Video 'Segar Sayang', Keluarga Sebut Berisikan Percakapan

Video 'Segar Sayang', Keluarga Sebut Berisikan Percakapan

Achmad Tarmizi Gumay saat diwawancarai-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Keluarga oknum yang diduga mirip pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyebutkan, jika video yang beredar merupakan sebuah percakapan.

Pernyataan itu sebagai respon berbagai tanggapan miring pasca beredarnya video yang didalamnya terdapat percakapan "Segar Sayang", hinggan menuai perbincangan ditengah-tengah masyarakat, Rabu 5 Agustus 2026.

Paman oknum yang diduga mirip pejabat tersebut, Achmad Tarmizi Gumay yang akrab disapa Targum mengatakan, selaku keluarga, Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan tabayun.

"Disertai klarifikasi terlebih dahulu. Sehingga dapat menjaga suasana tetap tenang dan kondusif," ungkap Targum.

BACA JUGA:Buntut Video 'Segar Sayang', Oknum Pejabat Disebut Telah Dipanggil

Apalagi, lanjut Targum, dalam video yang beredar itu, merupakan sebuah rekaman yang tidak bisa atau bukan menunjukkan tindakan asusila.

"Jadi kita sangat menyayangkan, seiring dengan beredarnya video itu, malah dinarasikan negati. Sementara dalam video lebih cenderung berisikan percakapan, dan sama sekali tak memuat aksi yang melanggar norma atau moral," tegas Targum.

Menurut Targum, walaupun sosok yang terdapat dalam video itu dinilai mirip keluarganya, namun hal tersebut belum bisa dipastikan. Apalagi ditengah pesatnya perkembangan teknologi seperti saat ini.

"Maka dari itu masih ada kemungkinan adanya manipulasi visual atau rekayasa digital," ujar Targum.

Targum menambahkan, mewakili keluarga besar, pihaknya menyampaikan kesedihan mendalam atas narasi liar yang terlanjur menyebar. 

BACA JUGA: 'Segar Sayang' Dikabarkan Video Lama, Sekda Herwan: Pasti Kita Tindaklanjuti

"Maka dari itu kami meminta empati dari masyarakat luas terkait beban mental yang kini harus dipikul istri, anak dan kerabat sosok yang disebut-sebut dalam video itu," tambah Targum.

Targum mengemukakan, kehadiran keluarga untuk memberikan klarifikasi ini sama sekali bukan bentuk perlawanan, apalagi bermaksud menantang pihak manapun.

"Kami justru sangat terbuka dan menyediakan ruang diskusi yang seluas-luasnya bagi pihak-pihak yang mungkin masih merasa belum puas, atau ingin berdialog secara baik-baik," sampai Targum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: