Beras Melimpah, Pemerintah Belum Keluarkan Stok Cadangan 22 Ton

Beras Melimpah, Pemerintah Belum Keluarkan Stok Cadangan 22 Ton

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Ketersediaan beras untuk masyarakat Kabupaten Mukomuko pada tahun 2026 dipastikan dalam kondisi aman. Kepastian ini didapat setelah Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pabrik penggilingan padi di Kecamatan Air Dikit dan Kecamatan Air Manjunto.

Hasil pemantauan menunjukkan stok beras di tingkat penggilingan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi ini membuat pemerintah daerah belum perlu mengeluarkan cadangan beras pemerintah daerah yang saat ini tersedia sebanyak 22 ton.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, menegaskan bahwa cadangan beras tersebut disiapkan untuk kondisi darurat dan tidak akan digunakan selama pasokan di pasar masih aman.

“Cadangan beras itu tidak serta-merta dikeluarkan. Penggunaannya hanya untuk kondisi tertentu, seperti terjadi inflasi yang signifikan, gagal panen yang berdampak pada krisis beras, atau gangguan distribusi yang menyebabkan kelangkaan di masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:Stok Pangan Aman Harga Stabil, Pemkab Mukomuko Belum Perlu Operasi Pasar

Ia menambahkan, selama stok beras di tingkat penggilingan dan pasar masih tersedia, intervensi pemerintah melalui cadangan beras belum diperlukan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar agar tidak terganggu oleh distribusi beras pemerintah yang tidak tepat sasaran.

Selain memastikan ketersediaan, kondisi stok yang cukup juga berdampak langsung pada stabilitas harga.

"Dengan pasokan yang terjaga, harga beras di Kabupaten Mukomuko diperkirakan tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan dalam waktu dekat," katanya.

Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan, ujarnya, akan terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap stok dan distribusi beras di lapangan. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa harus bergantung pada cadangan beras pemerintah.

"Dengan kondisi saat ini, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras. Pemerintah memastikan langkah antisipasi telah disiapkan, sementara stok di lapangan masih dalam kategori aman," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: