Harga Sawit Anjlok, Ini Harapan Petani
Harga Sawit Anjlok, Ini Harapan Petani-Radar Utara / Abdul Gafur-
ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Kabupaten Bengkulu Utara terus merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini membuat para petani semakin tertekan, bahkan ada yang terpaksa memanen lebih cepat demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga TBS di tingkat pemilik ramp (pengumpul) kini mencapai titik terendah, yakni hanya Rp1.300 per kilogram.
Angka ini jauh di bawah ekspektasi petani yang masih berharap harga berada di kisaran Rp3.000 per kilogram.
BACA JUGA:Harga Sawit Terjun Bebas, Pemkab Diminta Segera Bertindak
Salah seorang petani sawit asal Gunung Selan, Ali (45), mengaku sangat merasakan dampak dari anjloknya harga komoditas tersebut.
Menurutnya, dalam kondisi normal ia bisa memanen secara rutin, namun kini ia berpikir ulang untuk melakukannya.
"Kondisi ini sangat berdampak kepada kami. Banyak yang memilih menunda panen karena ongkos angkut dan upah tenaga panen tidak sebanding dengan hasil penjualan.
Tapi ada juga yang terpaksa tetap panen untuk kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Ali.
BACA JUGA:Harga Sawit Dalam Tekanan, Perusahaan Akui Dampak CPO Global dan Kebijakan Ekspor
Dampak dari penurunan harga ini cukup meluas. Sejumlah petani memilih menyisakan buah yang sudah matang di pohon dengan harapan harga akan membaik.
Namun, penundaan panen juga berisiko menurunkan kualitas dan rendemen minyak sawit.
“Kami berharap harga TBS kembali stabil di angka Rp3 ribu per kilogramnya,” harapnya.
Sementara itu, harga TBS di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Bengkulu Utara per Sabtu, 23 Mei 2026, menunjukkan variasi yang cukup signifikan, dengan harga tertinggi mencapai Rp3.100 per kilogram. Berikut rinciannya:
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: