Pelatihan Juru Sembelih Tertunda, Pemkab Mukomuko Terkendala Anggaran

Pelatihan Juru Sembelih Tertunda, Pemkab Mukomuko Terkendala Anggaran

Pelatihan Juru Sembelih Tertunda, Pemkab Mukomuko Terkendala Anggaran-Ilustrasi/istimewa-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID  — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko untuk meningkatkan kualitas penyembelihan hewan kurban melalui pelatihan juru sembelih halal terpaksa belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Program yang sejatinya menyasar peningkatan pemahaman masyarakat terhadap tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam itu tersendat akibat keterbatasan anggaran.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Mukomuko, Pasnin, SE, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah menyusun rencana pelatihan tersebut secara matang. Namun, hingga saat ini, pelaksanaan belum bisa dilakukan karena belum tersedianya alokasi dana dalam APBD berjalan.

“Program pelatihan juru sembelih hewan kurban ini sudah kita rancang. Tujuannya jelas, agar masyarakat yang melakukan penyembelihan benar-benar memahami kaidah halal sesuai syariat. Namun untuk saat ini memang belum bisa dilaksanakan karena anggaran belum tersedia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan ini dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang melakukan penyembelihan hewan kurban secara tradisional tanpa didukung pengetahuan yang memadai tentang standar halal dan kesejahteraan hewan. Padahal, aspek tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keabsahan ibadah kurban.

Lebih lanjut, Pasnin menegaskan bahwa Pemkab Mukomuko tidak akan menghentikan rencana tersebut. Sebaliknya, upaya untuk merealisasikan pelatihan tetap akan dilanjutkan dengan mengusulkan kembali anggaran pada APBD Perubahan tahun 2026.

“Kita akan ajukan kembali di APBD Perubahan. Harapannya program ini tetap bisa berjalan, meskipun tidak tepat waktu sebelum Idul Adha tahun ini,” tambahnya.

Penundaan ini tentu menjadi catatan tersendiri bagi Pemkab Mukomuko. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kehalalan dan tata cara penyembelihan yang benar, kehadiran pelatihan semacam ini sejatinya sangat dinantikan.

"Pelatihan ini tidak hanya untuk memenuhi aspek religius, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan standar kesehatan dan kebersihan daging yang dikonsumsi masyarakat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: