112 Kasus DBD Serang Warga

112 Kasus DBD Serang Warga

TUBEI RU - Sepanjang tahun 2019 ini, terhitung dari Bulan Januari hingga Oktober, sebanyak 112 kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) telah menyerang warga yang tersebar di berbagai desa dalam kecamatan se-Kabupaten Lebong. Kendati begitu, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebong, Rachman, SKM, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Lebong mengalami penurunan, dibanding tahun 2018 lalu. \"Untuk kasus DBD di tahun 2019 dari bulan Januari sampai dengan Oktober tercatat sebanyak 112 kasus, sementara jumlah kasus DBD 2018 lalu sebanyak 147 kasus, jika dilihat dari jumlah kasus DBD tahun lalu artinya tahun ini kasus DBD terbilang mengalami penurunan,\" terangnya. Menurut Rachman, menurunnya jumlah kasus gigitan nyamuk DBD tersebut adalah merupakan keberhasilan masyarakat dalam upaya dan kerja keras masyarakat Lebong yang telah berkomitmen untuk menekan angka kasus DBD melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di desa masing masing, Kemudian aktifnya penyuluhan kepada masyarakat yang dilakukan tenaga promkes dengan penyuluhan keliling mengunakan ambulance untuk terus mengingat kepada masyarakat. Lanjutnya, sebagai upaya dari Dinas Kesehatan Lebong untuk terus menekan angka kasus DBD kita terus mengingatkan masyarakat melalui tenaga kesehatan di setiap Puskesmas agar terus dapat melakukan sosialisa PSN, dan upaya lainnya seperti pembentukan satgas DBD. \"Sebanyak 112 kasus DBD ini tersebar di setiap Kecamatan, tetapi dari jumlah kasus tersebut paling banyak terdapat pada dua wilayah diantaranya Kecamatan Lebong Utara dan Kecamatan Lebong Selatan. Meskipun untuk laporan kasus DBD dua bulan terakhir belum masuk namun pihaknya memastikan tidak akan mengalami peningkatan, \" ujarnya. Sementara itu, apakah dari 112 kasus DBD tersebut sudah ada yang meninggal. Dari jumlah kasus DBD tersebut diakui Rachman tidak ada yang meninggal, selain itu semua kasus sudah di lakukan upaya untuk pencegahan dengan melakukan fogging hampir kesetiap lokasi kejadian. \"Kami juga telah mengantisipasi penyebaran virus itu dengan program melibatkan kader-kader lingkungan. Selain itu juga melibatkan juru pemantau jentik (Jumantik) yang ada di rumah tangga dan sekolah,\" bebernya. Ditambahkannya, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat dalam Kabupaten Lebong agar tetap waspada terhadap genangan genangan air hujan di tengah lingkungan masyarakat yang dapat menimbulkan adanya jentik nyamuk. \"Memasuki musim penghujan ini kami berharap masyarakat dapat terus membersihkan lingkungan terutama terhadap adanya genangan air disekitaran rumah, karena sumber adanya nyamuk DBD tersebut berasal dari genangan air bersih,\" pungkasnya. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: