Irigasi Kering, Petani Lapor Dewan

Irigasi Kering, Petani Lapor Dewan

TUBEI RU - Melimpahnya luapan air ke aspal dan badan jalan raya di Kelurahan Amen, jelas berbanding terbalik dengan kesulitan air irigasi yang dihadapi masyarakat petani di seputaran Desa Sungai Gerong, Desa Sukau Rajo dan sekitarnya. Bagaimana tidak, air irigasi yang sangat dibutuhkan untuk mengamankan sawah pada musim tanam 2019 ini jika tidak turun hujan dilanda kekeringan. Disampaikan Ketua Komisi III DPRD Lebong Muslim M.Si, hal ini membuat sejumlah warga merasa was-was dengan program turun tanam lebih dari 2 kali, sementara mereka kesulitan pasokan air. \"Dalam Minggu ini sudah ada sekitar 8 warga yang melaporkan pada saya, bahwa kekhawatiran mereka akan kekeringan pada lahan sawahnya akibat air irigasi yang bersumber dari BK Ketahun sulit didapatkan,\" katanya. Dikatakan Muslim, kejadian kekeringan air irigasi tersebut juga sebelumnya menimpa masyarakat, bahkan tahun lalu masyarakat melakukan gotong royong dijalur Irigasi BK Ketahun dari Desa Punggung Pedaro hingga Desa Tunggang. \"Setidaknya dengan adanya pengalaman tahun sebelumnya, mestinya OPD teknis harus mengantisipasi sebelum kesulitan air sawah kembali terjadi,\" tegasnya. Kekhawatiran masyarakat petani tersebut, lanjut Muslim, masuk kategori wajar, karena mereka tidak ingin mengalami kegagalan dalam musim turun tanam padi tahun ini. Makanya harus ada program nyata OPD teknis untuk mengantisipasi hal tersebut. \"Setiap tahun keluhan petani masalah air irigasi terus terjadi, terus dampak kegiatan setiap tahun pembangunan jaringan irigasi selama ini belum dirasakan masyarakat,\" tandasnya. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: