Audiensi Bersama PLN Buahkan Komitmen, 2 Desa Jadi Prioritas Program Lisdes
Audiensi Bersama PLN Buahkan Komitmen, 2 Desa Jadi Prioritas Program Lisdes-Radar Utara/ Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Harapan masyarakat Desa Tanjung Kemenyan, khususnya wilayah Km 40, serta Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, untuk menikmati layanan listrik PLN kian menguat.
Hal itu menyusul komitmen PLN UP3 Bengkulu yang akan mengawal pemenuhan kebutuhan jaringan listrik di 10 titik wilayah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama jajaran PLN UP3 Bengkulu, Rabu 5 Agustus 2026.
Audiensi tersebut turut dihadiri Pemerintah Kecamatan Napal Putih sebagai salah satu wilayah yang menjadi prioritas pengembangan jaringan listrik.
Dari 10 titik yang menjadi perhatian dan terus diperjuangkan Bupati Bengkulu Utara kepada pihak PLN, dua di antaranya berada di Kecamatan Napal Putih, yakni Desa Tanjung Kemenyan dan Desa Lebong Tandai.
Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.KM, M.Si, menjelaskan audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas berbagai usulan dan intervensi yang selama ini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
Kepada PLN agar pelayanan listrik dapat menjangkau wilayah-wilayah yang hingga kini belum teraliri listrik secara optimal.
“PLN telah menyampaikan komitmennya untuk mengawal kebutuhan listrik di 10 titik wilayah Bengkulu Utara melalui Program Lisdes.
Program ini direncanakan menjadi perhatian serius PLN dan akan dilaksanakan secara bertahap pada 2026 hingga 2027,” ujarnya.
Khusus untuk Kecamatan Napal Putih, lanjut Budi, pembahasan dalam audiensi lebih difokuskan pada percepatan Program Lisdes untuk Desa Tanjung Kemenyan, terutama kawasan Km 40, serta Desa Lebong Tandai.
Meski belum menghasilkan keputusan terkait pelaksanaan pembangunan fisik jaringan listrik di lapangan.
Pertemuan tersebut dinilai sangat penting karena berhasil memetakan berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan.
Seluruh kendala administratif kini telah diidentifikasi sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait.
Menurutnya, hambatan utama yang dihadapi hingga saat ini masih berkaitan dengan status kawasan yang akan dilintasi jaringan listrik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: