Warga Trans Lapindo Tagih Realisasi Pembangunan Jalan
Tampak Kondisi Jalan trans lapindo-Radar Utara/ Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Warga Trans Lapindo, Desa Muara Santan, Kecamatan Napal Putih, Sriyono, mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
Agar segera merealisasikan kelanjutan pembangunan jalan dari Tanjung Muara menuju Trans Lapindo, Desa Muara Santan, yang sebelumnya direncanakan dibiayai melalui dana DBH kelapa sawit Tahun Anggaran 2026.
Desakan tersebut disampaikan Sriyono menyusul kondisi kerusakan jalan di kawasan Trans Lapindo yang saat ini dinilai sudah semakin parah dan sangat memprihatinkan.
Jalan yang didominasi tanah merah kini berubah menjadi lumpur tebal saat musim hujan mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Sriyono, kondisi jalan yang rusak bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan masyarakat, namun sudah menjadi hambatan serius terhadap aktivitas ekonomi warga sehari-hari.
Terutama bagi masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.
“Kalau hujan turun, jalan berubah jadi lumpur. Kendaraan sulit lewat, bahkan ada yang terjebak. Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat, terutama saat mengeluarkan hasil perkebunan,” ujar Sriyono.
Ia mengatakan, buruknya kondisi akses jalan membuat biaya angkut hasil perkebunan masyarakat menjadi semakin tinggi.
Tidak sedikit kendaraan pengangkut hasil panen yang kesulitan melintas akibat badan jalan licin dan berlubang.
Situasi itu dinilai berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Selain menghambat distribusi hasil perkebunan, kerusakan jalan juga mulai mengganggu aktivitas dasar masyarakat lainnya.
Mulai dari akses pendidikan bagi pelajar, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas perdagangan warga sehari-hari.
“Kalau jalan seperti ini terus, masyarakat sangat dirugikan.Anak sekolah susah lewat, warga yang sakit juga kesulitan menuju fasilitas kesehatan. Aktivitas ekonomi pun terganggu karena kendaraan tidak bisa lancar masuk keluar,” katanya.
Sriyono menegaskan, harapan masyarakat terhadap kelanjutan pembangunan jalan tersebut sebenarnya sudah cukup besar sejak awal tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: