BENGKULU, RADARUTARA.ID - Kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 19 Kota Bengkulu saat ini mulai berlangsung normal, yang sebelumnya sempat menerapkan dua shif pasca mengalami kebakaran pada 24 Juli 2026 lalu.
Ini setelah Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal Pulau Baai, menghadirkan ruang kelas darurat guna membantu siswa dan guru kembali menjalankan kegiatan pembelajaran.
Salah satu Siswa SMPN 19 Kota Bengkulu, Septarianto Evan mengatakan, kegiatan belajar kini terasa lebih nyaman, karena dapat kembali mengikuti pembelajaran bersama teman-teman dalam jadwal yang sama.
"Dulu karena ruang kelas terbatas, kami harus belajar dengan jadwal yang berbeda. Tapi sekarang sudah bisa belajar bersama teman-teman lagi seperti biasa," ungkap Evan.
BACA JUGA:Penyalahgunaan BBM Subsidi, Pertamina Blokir 966 Nopol Kendaraan di Bengkulu
Tak jauh berbeda juga disampaikan Guru SMPN 19 Kota Bengkulu, Aurelia Aysha menyampaikan, keberadaan ruang belajar sementara, juga membuat proses pembelajaran kembali lebih teratur.
"Kami sekarang dapat mengajar sesuai jadwal, tanpa harus menyesuaikan pembelajaran dengan sistem shift," ujar Aurelia.
Menurut Aurelia, dengan mulai berlangsung normalnya kegiatan belajar, turut membuat siswa terlihat lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.
"Setelah adanya kelas darurat, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih teratur. Kami sebagai guru bisa kembali mengajar sesuai jadwal dan tidak perlu membagi siswa dalam shift pagi dan siang," kata Aurelia.
BACA JUGA:Antisipasi Antrian Panjang, ESDM Bengkulu Perkuat Koordinasi dengan Pertamina
Dibagian lain, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi mengemukakan, keberadaan ruang belajar darurat menjadi bagian penting dalam menjaga agar proses pendidikan tetap berjalan.
"Terutama selama sekolah memasuki masa atau proses pemulihan," tegas Rusminto.
Rusminto menambahkan, yang paling penting dari dukungan ini bukan hanya tersedianya ruang belajar sementara, tetapi bagaimana siswa dapat kembali belajar dengan lebih teratur dan guru dapat menjalankan proses pembelajaran dengan baik.
"Kami berharap dukungan ini dapat membantu sekolah melewati masa pemulihan hingga fasilitas permanen kembali tersedia," papar Rusminto.
Lebih lanjut Rusminto menyampaikan, dengan kembalinya kegiatan belajar mengajar secara normal, tentu menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses pemulihan SMP Negeri 19 Kota Bengkulu.