ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Lagita, Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, masih terkendala proses pembersihan lahan atau land clearing.
Pasalnya, terdapat sekitar 4 hektare lahan milik pemerintah daerah (pemda) yang saat ini masih ditanami kelapa sawit.
Asisten I Sekretariat Daerah Bengkulu Utara, Bari Oktari, mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan kolaborasi dan komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Ia berharap masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas penggarapan di lahan yang akan dibersihkan.
BACA JUGA:Sekolah Rakyat Mukomuko Ditarget Mampu Menampung 180 Siswa
"Kolaborasi dan komunikasi terus dilakukan, harapan masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas penggarapan lahan tersebut.
Karena akan dilakukan pembersihan lahan," ujar Bari Oktari.
Meski demikian, Bari memastikan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan tersebut cukup luas.
Total lahan yang dipersiapkan mencapai 9,7 hektare.
"Total lahan yang disiapkan untuk pembangunan sekolah rakyat seluas 9,7 hektare," sebutnya.
BACA JUGA:DID Dikebut, Sekolah Rakyat Mukomuko Bakal Dibangun 2027
Keberadaan tanaman kelapa sawit di atas lahan pemda tersebut menjadi salah satu syarat usulan pembangunan SR yang belum bisa dipenuhi.
Proses land clearing pun menjadi kunci agar tahapan pembangunan dapat segera dilanjutkan.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berkomitmen menyelesaikan persoalan lahan ini agar program Sekolah Rakyat dapat segera terwujud.
Diharapkan, dengan adanya komunikasi yang baik, seluruh pihak dapat mendukung kelancaran pembangunan fasilitas pendidikan tersebut demi kepentingan masyarakat luas.