Sekolah Rakyat Mukomuko Ditarget Mampu Menampung 180 Siswa

Sekolah Rakyat Mukomuko Ditarget Mampu Menampung 180 Siswa

Kepala Dinas Sosial Mukomuko, Faisal Amir, SH saat memberikan sosialisasi-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, mulai memperlihatkan arah yang jelas. Jika terealisasi, sekolah tersebut diproyeksikan mampu menampung sedikitnya 180 siswa, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SMP dan 90 siswa untuk jenjang SMA.

Namun hingga saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko belum melakukan pendataan terhadap calon siswa yang akan mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Kondisi ini bukan tanpa alasan. Pembangunan fisik Sekolah Rakyat sendiri belum dimulai, sehingga proses pendataan dinilai belum tepat dilakukan dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Faisal Amir, SH, menegaskan bahwa seluruh tahapan masih menunggu kepastian pembangunan. Ia menyebut, pendataan baru akan dilakukan setelah progres pembangunan menunjukkan kejelasan, agar data yang dihimpun benar-benar sesuai kebutuhan dan tidak bersifat spekulatif.

“Untuk saat ini belum ada pendataan. Kita masih menunggu pembangunan dimulai. Kalau bangunan sudah ada atau sudah berjalan, baru kita lakukan pendataan secara menyeluruh,” tegas Faisal.

BACA JUGA:DID Dikebut, Sekolah Rakyat Mukomuko Bakal Dibangun 2027

Sekolah Rakyat sendiri merupakan program yang diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat kurang mampu dalam mengakses pendidikan. Dengan kapasitas yang telah dirancang, sekolah ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat pendidikan alternatif yang dapat menekan angka putus sekolah, khususnya di wilayah Mukomuko. Meski demikian, belum dimulainya pembangunan hingga saat ini menjadi catatan penting. 

"Target pelaksanaan pembangunan baru direncanakan pada tahun 2027. Artinya, masyarakat masih harus menunggu cukup lama sebelum program ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya," katanya. 

Kondisi ini menurut Faisal, menjadi keseriusan semua pihak, terutama dalam memastikan agar rencana tersebut tidak kembali tertunda. Sebab, kebutuhan akan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu terus mendesak, sementara fasilitas yang tersedia masih terbatas.

"Dengan kapasitas 180 siswa, Sekolah Rakyat diharapkan tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat kurang mampu di daerah ini," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: