Efisiensi Beban Pajak, Motor Dinas Kades Bakal 'Dikandangkan'

Efisiensi Beban Pajak, Motor Dinas Kades Bakal 'Dikandangkan'

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bengkulu Utara, Rahmad Hidayat, S.STP, M.Si.-Abdul Gafur-

ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Upaya pemerintah daerah dalam mengefisienkan aset serta menekan beban anggaran pajak daerah, terus dilakukan. 

Salah satunya melalui penertiban kendaraan dinas yang selama ini digunakan oleh para kepala desa (kades) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara.

Langkah konkret tersebut akan dimulai besok (Hari Ini). 

Ratusan kendaraan dinas milik kepala desa yang lama (Pengadaan sekitar tahun 2012) akan ditarik dan "dikandangkan" ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bengkulu Utara. 

BACA JUGA:Cacam! Tidak Bayar Pajak Diatas 10 Tahun, 52 Ribu Kendaraan di Bengkulu Utara Diblokir

Kebijakan ini merupakan bagian dari persiapan proses lelang aset yang direncanakan pada akhir tahun 2026 mendatang.

Kepala DPMD Bengkulu Utara, Rahmad Hidayat, S.STP, M.Si., saat dikonfirmasi, membenarkan rencana penarikan aset negara tersebut. 

Menurutnya, seluruh kendaraan roda dua yang selama ini digunakan untuk menunjang operasional kedinasan kepala desa itu, akan dibawa ke kantor dinas untuk menjalani pemeriksaan kondisi fisik secara menyeluruh.

"Jadwalnya besok, seluruh motor kepala desa dibawa ke kantor. Untuk dicek kondisinya, kemudian akan dilakukan proses lelang," ujar Rahmad Hidayat.

Ia memerinci, jumlah kendaraan dinas yang akan ditarik dan dilelang mencapai 198 unit. 

BACA JUGA:Program Pemutihan Pajak Diperpanjang, 142 Ribu Kendaraan di Bengkulu Utara Masih Nunggak

Kendaraan-kendaraan tersebut merupakan aset yang telah digunakan sejak masa kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi, pada periode 2010–2015 silam.

"Totalnya ada 198 kendaraan dinas," sebutnya.

Rahmad menjelaskan, kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk menginventarisasi aset daerah, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap penghematan keuangan daerah. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: