DID Dikebut, Sekolah Rakyat Mukomuko Bakal Dibangun 2027

DID Dikebut, Sekolah Rakyat Mukomuko Bakal Dibangun 2027

Tim dari Pemkab Mukomuko saat meninjau lokasi sekolah rakyat di Desa Tanah Rekah-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Proses Detail Engineering Design (DID) untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko, segera memasuki tahap percepatan. Pemerintah pusat dijadwalkan kembali turun ke lapangan dalam waktu dekat guna memastikan kesiapan lokasi sebelum proyek fisik dimulai.

Langkah ini menjadi penentu kelanjutan program yang selama ini dinantikan masyarakat. Pemeriksaan langsung oleh tim pusat difokuskan pada kondisi lahan, kelayakan teknis, serta kesiapan pendukung lainnya agar tidak ada hambatan saat pembangunan dimulai.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Faisal Amir, SH, menegaskan bahwa proses DID ditargetkan rampung dalam tahun 2026. Target tersebut menjadi batas waktu penting agar tahapan berikutnya tidak tertunda.

“Untuk DID kita targetkan selesai tahun ini. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, maka pembangunan fisik Sekolah Rakyat bisa langsung dimulai pada tahun 2027,” tegas Faisal.

BACA JUGA:Sekolah Rakyat, Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Ia menyebutkan, kehadiran tim dari pemerintah pusat bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari verifikasi akhir terhadap kesiapan daerah. Hasil penilaian lapangan akan menjadi dasar apakah proyek dapat langsung masuk tahap pembangunan atau masih memerlukan perbaikan.

"Kita diminta memastikan seluruh persyaratan teknis dan administratif sudah terpenuhi sebelum tim pusat turun. Keterlambatan dalam pemenuhan dokumen maupun kesiapan lokasi berpotensi menggeser jadwal pembangunan," katanya.

Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai fasilitas pendidikan yang menyasar masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah di daerah.

"Dengan target DID selesai tahun ini dan pembangunan dimulai 2027, maka kami akan bergerak cepat agar tidak ada ruang untuk penundaan jika program ini ingin terealisasi sesuai jadwal," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: