MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Jalan kabupaten di Jalan Sultan Takdir Khalifatullah, Kelurahan Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, mengalami kerusakan setelah dilintasi alat berat jenis ekskavator.
Permukaan jalan hotmix tersebut terkupas akibat roda besi ekskavator yang diduga diturunkan dari kendaraan pengangkut tanpa menggunakan alas pengaman.
Kerusakan ini menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko.
Kondisi jalan yang sebelumnya dibangun untuk mendukung mobilitas masyarakat justru mengalami kerusakan akibat aktivitas alat berat yang seharusnya dapat dicegah sejak awal.
Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Ir Apriansyah, ST, MT, bersama Kepala Bidang Bina Marga, Budiarto, ST, turun langsung ke lokasi setelah menerima laporan mengenai kerusakan tersebut.
Dari hasil peninjauan, terlihat bagian permukaan jalan mengalami pengikisan akibat tekanan dan gesekan roda besi ekskavator.
"Kerusakan jalan seperti itu seharusnya tidak terjadi apabila pemilik atau operator alat berat memperhatikan kondisi jalan sebelum menurunkan alat," tegas Apriansyah.
Menurutnya, ekskavator tidak semestinya langsung diturunkan dan dijalankan di atas badan jalan hotmix tanpa perlindungan.
Setidaknya, diperlukan alas seperti papan atau material lain yang dapat mencegah roda besi bersentuhan langsung dengan permukaan aspal.
“Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi. Jalan yang sudah dibangun pemerintah harus dijaga bersama. Siapa pun pemilik alat berat, harus memperhatikan kondisi jalan ketika alat berat akan diturunkan atau dipindahkan,” jelasnya.
Ia menyayangkan tindakan yang menyebabkan kerusakan pada fasilitas jalan milik pemerintah daerah tersebut.
Sebab, pembangunan jalan menggunakan anggaran pemerintah yang pada akhirnya bersumber dari uang rakyat.
Ketika jalan rusak akibat aktivitas yang sebenarnya bisa dicegah, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.
Kerusakan kecil pada permukaan jalan tidak boleh dianggap sepele. Bagian hotmix yang sudah terkupas berpotensi menjadi titik awal kerusakan yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.
Terlebih lagi, kondisi tersebut akan semakin rawan ketika memasuki musim hujan. Air dapat masuk melalui bagian permukaan jalan yang terkupas. Jika dibiarkan, kerusakan berpotensi melebar dan berkembang menjadi lubang.