MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kankemenhaj) Kabupaten Mukomuko melakukan penyegaran pembagian tugas bagi seluruh pegawai. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan publik berjalan lebih responsif, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Penyegaran tersebut difokuskan pada penataan ulang tanggung jawab kerja agar setiap pegawai memiliki peran yang jelas sesuai fungsi dan bidangnya. Dengan pembagian tugas yang lebih terstruktur, diharapkan tidak ada lagi tumpang tindih pekerjaan maupun kekosongan tanggung jawab dalam pelayanan.
Kepala Kankemenhaj Mukomuko, H. Darmanto, SH.I, MH, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Menurutnya, kejelasan tugas menjadi kunci utama dalam menciptakan pelayanan yang cepat, tepat, dan akuntabel.
“Pilihan kita dalam pelayanan sebagai pegawai Kemenhaj hanya satu, yaitu menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Darmanto.
Ia menekankan bahwa seluruh pegawai harus mampu bekerja dengan fokus, memahami tanggung jawab masing-masing, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Pelayanan yang diberikan tidak hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga harus mampu menyentuh sisi kemanusiaan.
"Penataan tugas ini juga diarahkan untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada integritas dan empati. Dalam konteks pelayanan haji dan umrah, sikap tersebut sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan spiritual dan kenyamanan jemaah," jelasnya.
Dengan sistem kerja yang baru, Kankemenhaj Mukomuko menargetkan peningkatan kualitas layanan secara nyata, baik dalam hal kecepatan, ketepatan informasi, maupun kemudahan akses bagi masyarakat. Seluruh jajaran diminta untuk beradaptasi dengan pola kerja yang telah ditetapkan dan menjaga konsistensi dalam pelaksanaan tugas. Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk memastikan sistem yang diterapkan berjalan efektif.
"Melalui langkah ini, kami terus berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan empati dan integritas dalam setiap prosesnya," pungkasnya.