MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mulai bergerak cepat untuk memastikan perbaikan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan kabupaten tidak terus dibiarkan rusak. Upaya yang dilakukan tidak setengah-setengah.
Selain mengandalkan kemampuan daerah, dinas ini membidik dana pusat agar penanganan irigasi bisa dilakukan secara menyeluruh.
Langkah awal yang dilakukan saat ini adalah inventarisasi lapangan. Tim dari Dinas Pertanian tengah turun langsung untuk memetakan titik-titik jaringan irigasi yang mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat.
Pendataan ini menjadi dasar utama dalam penyusunan usulan anggaran ke pemerintah pusat.
BACA JUGA:Saluran Irigasi Rusak, Mukomuko Kejar Bantuan Pusat
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP menegaskan bahwa kondisi irigasi di sejumlah wilayah memang membutuhkan perhatian serius.
Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan langsung dirasakan petani, terutama dalam menjaga pola tanam dan produktivitas sawah.
“Sekarang tim masih melakukan inventarisasi. Kita petakan mana saja jaringan irigasi yang rusak dan benar-benar butuh perbaikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, usulan perbaikan tidak hanya difokuskan untuk satu tahun anggaran. Dinas Pertanian telah menyiapkan dua skema pengajuan sekaligus, yakni untuk tahun anggaran 2026 dan 2027.
Langkah ini diambil agar proses perbaikan bisa berkelanjutan dan tidak terhenti di tengah jalan.
BACA JUGA:DPRD Soroti PUPR Lamban Tangani Irigasi di Talang Arah, Edi: Dana BTT Bisa Digunakan
Menurutnya, mengandalkan APBD semata tidak cukup untuk menangani seluruh kerusakan jaringan irigasi yang tersebar di wilayah Mukomuko.
Karena itu, dukungan anggaran dari pemerintah pusat menjadi target utama agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan menjangkau lebih luas.
"Kondisi irigasi yang rusak selama ini menjadi salah satu kendala utama bagi petani dalam menjaga kestabilan produksi. Di beberapa titik, aliran air tidak lagi optimal, bahkan ada yang terputus total. Situasi ini berpotensi mengganggu musim tanam dan menurunkan hasil panen," katanya.
Dengan langkah inventarisasi yang sedang berjalan, pihaknya ingin memastikan setiap usulan yang diajukan benar-benar berbasis data lapangan, bukan sekadar perkiraan.