Kemarau Picu Risiko Karhutla, Warga Mukomuko Diminta Stop Bakar Lahan

Rabu 29-07-2026,09:15 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai meningkat seiring kondisi cuaca panas yang melanda wilayah Kabupaten Mukomuko. Warga diminta tidak lengah dan menghentikan praktik pembakaran lahan, terutama saat membersihkan kebun atau membuka lahan baru.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat kondisi lingkungan menjadi kering. Situasi ini menyebabkan benda atau material di lapangan menjadi sangat mudah terbakar, bahkan oleh percikan kecil sekalipun.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah, menegaskan bahwa potensi karhutla saat musim kemarau tidak boleh dianggap sepele. Ia menyebutkan, kebiasaan membakar lahan masih menjadi pemicu utama kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Dalam kondisi cuaca panas seperti sekarang, api sangat cepat menyebar. Karena itu masyarakat dilarang keras membakar lahan, apalagi di kawasan gambut yang sangat rentan dan sulit dipadamkan jika sudah terbakar,” tegasnya.

BACA JUGA:Kemarau Belum Picu Krisis Air Bersih, BPBD Minta Warga Tidak Boros

Ia menjelaskan, lahan gambut memiliki karakteristik mudah terbakar hingga ke lapisan bawah tanah. Jika api sudah menjalar, proses pemadaman akan jauh lebih sulit dan memakan waktu lama. Dampaknya tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan.

Meski demikian, hingga saat ini kondisi Kabupaten Mukomuko masih terpantau aman dari kejadian karhutla. Tidak ada laporan kebakaran besar yang terjadi. Namun, kondisi ini tidak boleh membuat masyarakat lengah.

BPBD Mukomuko, lanjut Ahmad Hidayat Syah, tetap dalam kondisi siaga penuh. Pemantauan titik rawan terus dilakukan, termasuk koordinasi dengan pihak terkait di tingkat kecamatan dan desa. Upaya pencegahan menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan saat kebakaran sudah terjadi.

“Kami terus melakukan pemantauan dan siap bergerak cepat jika ditemukan indikasi kebakaran. Tapi yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.

BACA JUGA:Kemarau Belum Picu Krisis Air Bersih, BPBD Minta Warga Tidak Boros

Ia juga mengingatkan bahwa tindakan membakar lahan dapat berujung pada sanksi hukum. Selain merugikan diri sendiri, tindakan tersebut juga berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat. Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, kewaspadaan menjadi kunci utama. 

"Peran aktif masyarakat sangat menentukan dalam mencegah terjadinya karhutla di wilayah Mukomuko," pungkasnya.

Kategori :