Percepat Penyelesaian Konflik Agraria di Bengkulu

Percepat Penyelesaian Konflik Agraria di Bengkulu

Rakor GTRA Provinsi Bengkulu-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) BENGKULU berkomitmen untuk terus berupaya, mempercepat penyelesaian konflik agraria.

Demikian ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mi'an saat Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Bengkulu, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurut Mi'an, dalam upaya mempercepat penyelesaian konflik agraria di Provinsi Bengkulu, penting melakukan pemetaan aset dan perumusan rencana tindak lanjut yang berkelanjutan.

"Khususnya terhadap berbagai persoalan agraria, yang sejauh ini masih terjadi di Provinsi Bengkulu," ungkap Mi'an.

BACA JUGA:Tak Hanya ke Kementerian ATR/BPN, Konflik Agraria FPB Vs PT. SIL Juga Diadukan ke Komnas HAM

Dilanjutkan Mi'an, pemetaan serta identifikasi permasalahan agraria perlu dilakukan secara komprehensif, agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti dan dicarikan solusi melalui koordinasi lintas sektor.

“Melalui rakor ini, kita ingin merumuskan langkah-langkah tindak lanjut yang jelas dan berkelanjutan terhadap berbagai persoalan agraria yang ada di Provinsi Bengkulu. Sehingga penyelesaiannya dapat dipercepat,” tegas Mi'an.

Mi'an menjelaskan, penyelesaian persoalan reforma agraria membutuhkan sinergi seluruh pihak. Mulai dari pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

"Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah, terutama dalam menangani berbagai persoalan pertanahan dan agraria di Provinsi Bengkulu," jelas Mi'an.

BACA JUGA:Konflik Agraria FPB Seluma Vs PT. SIL Bergulir ke Kementerian ATR/BPN

Mi'an menambahkan, seiring dengan telah ditandatanganinya berita acara bersama, diharapkan ke depannya konflik agraria yang ada dapat dituntaskan.

"Tentu ini merupakan bentuk komitmen kita bersama, terutama dalam mendukung percepatan penyelesaian berbagai permasalahan reforma agraria di Provinsi Bengkulu," tambah Mi'an.

Lebih lanjut Mi'an mengemukakan, melalui sinergi dan komitmen bersama tersebut, Pemprov Bengkulu berharap pelaksanaan reforma agraria dapat berjalan lebih efektif serta memberikan kepastian dan manfaat bagi masyarakat.

"Sehingga nantinya masyarakat benar-benar merasakan dampak pelaksanaan reforma agraria," demikian Mi'an.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: