MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan. Pada Kamis, 21 Mei 2026, harga sawit di sejumlah pabrik mengalami penurunan signifikan, bahkan mencapai hingga Rp400 per kilogram. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan petani yang selama ini menggantungkan hidup dari komoditas andalan tersebut.
Penurunan harga yang terjadi secara serentak di berbagai perusahaan menandakan adanya persoalan yang tidak bisa dianggap sepele. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, hampir seluruh pabrik melakukan koreksi harga, dengan rincian sebagai berikut:
PT Sapta: Rp2.490/Kg (turun Rp250)
PT USM: Rp2.510/Kg (turun Rp300)
PT KSM: Rp2.620/Kg (turun Rp250)
PT SAP: Rp2.940/Kg (tetap)
BACA JUGA:Harga Sawit Dalam Tekanan, Perusahaan Akui Dampak CPO Global dan Kebijakan Ekspor
PT SSS: Rp2.500/Kg (turun Rp400)
PT MMIL: Rp2.660/Kg (turun Rp260)
PT KAS: Rp2.600/Kg (turun Rp250)
PT MPRA: Rp2.680/Kg (turun Rp250)
PT DDP: Rp2.680/Kg (turun Rp250)
PT GSS: Rp2.660/Kg (turun Rp250)
BACA JUGA:Harga Sawit Dalam Tekanan, Perusahaan Akui Dampak CPO Global dan Kebijakan Ekspor
PT BMK: Rp2.600/Kg (turun Rp300)