Hujan Deras Picu Banjir, Warga Mukomuko Diminta Siaga Penuh

Selasa 07-04-2026,09:15 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mukomuko dalam dua hari terakhir mulai memicu dampak nyata di lapangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.

Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT, menegaskan bahwa hujan deras yang terjadi pada Minggu malam Senin telah menyebabkan sejumlah rumah warga terendam banjir. Genangan air dipicu oleh luapan sungai serta meluapnya air dari saluran drainase atau parit jalan yang tidak mampu menampung debit air.

Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal awal bahwa potensi banjir masih terbuka lebar jika intensitas hujan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang berada di titik-titik rawan diminta tidak lengah dan segera mengambil langkah antisipasi.

“Petugas BPBD masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan langsung. Kami juga memastikan kondisi air yang sempat menggenangi rumah warga sudah mulai surut,” tegas Ruri.

Pihaknya mencatat, peningkatan debit air terjadi secara cepat akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama. Selain faktor alam, kondisi drainase yang tidak optimal turut memperparah genangan di sejumlah titik. Dirinya pun mengimbau masyarakat agar tidak menunggu situasi memburuk untuk bertindak.

"Kami berharap warga segera mengamankan barang berharga, memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, serta melaporkan jika terjadi peningkatan debit air secara signifikan," ingatnya.

Ruri menambahkan, hingga sekarang situasi cuaca belum stabil sehingga membuat potensi bencana hidrometeorologi masih mengintai. Pemerintah daerah melalui BPBD memastikan kesiapsiagaan terus ditingkatkan, termasuk patroli lapangan dan koordinasi dengan pihak terkait.

"Masyarakat pun diminta tidak mengabaikan peringatan dini. Kewaspadaan menjadi kunci untuk meminimalisir dampak kerugian, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai maupun kawasan dengan sistem drainase terbatas," pungkasnya.

Kategori :