Korban Banjir di Mukomuko Bakal Dibantu Sandang dan Pangan
Kabid rehabilitasi dan jaminan sosial Dinas Mukomuko, Zonni Fourwanda-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Sosial memastikan akan memberikan bantuan bagi warga terdampak banjir yang merendam permukiman di sejumlah wilayah. Bantuan difokuskan pada kebutuhan dasar berupa pangan dan sandang untuk meringankan beban korban.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Zoni Furwanda, menyatakan bantuan yang disiapkan meliputi makanan siap saji, selimut, serta pakaian layak pakai. Bantuan tersebut ditujukan bagi warga yang rumahnya terdampak langsung oleh genangan air.
“Bantuan difokuskan untuk kebutuhan mendesak korban banjir, terutama makanan dan perlengkapan dasar,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT, menjelaskan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut. Kondisi itu menyebabkan debit air sungai di sekitar Desa Tunggang dan Desa Karya Mulya, Kecamatan Pondok Suguh, meningkat signifikan hingga meluap ke permukiman warga.
BACA JUGA:Hujan Deras Picu Banjir, Warga Mukomuko Diminta Siaga Penuh
Akibatnya, puluhan rumah warga terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 18 rumah terdampak di Desa Tunggang, sementara di Desa Karya Mulya tercatat 28 rumah terendam.
“Genangan air sempat mencapai sekitar satu meter di dalam permukiman warga. Namun pada Senin siang, air sudah berangsur surut,” jelasnya.
Meski air telah surut, pemerintah daerah tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. Warga diimbau segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika terjadi hujan lebat disertai tanda-tanda kenaikan debit air.
"Kami juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir di sepanjang aliran sungai. Potensi banjir susulan masih terbuka jika curah hujan tinggi kembali terjadi dalam waktu dekat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: