BENGKULU, RADARUTARA.ID - Meskipun ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau gas elpiji di Provinsi Bengkulu masih terpantau dalam kondisi aman, masyarakat diminta tetap bijak dalam menggunakan kedua energi tersebut.
Ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, Selasa 31 April 2026.
"Ketersediaan atau stok BBM dan gas elpiji di wilayah Bengkulu, hingga saat ini masih terpantau dalam kondisi aman," ungkap Rico.
Hanya saja, lanjut Rico, dalam kesempatan ini pihaknya tetap menghimbau agar masyarakat dapat terus bijak, terutama dalam menggunakan energi tersebut guna menjaga stabilitas pasokan ke depan.
BACA JUGA:Disperindag Pastikan Stok BBM dan Elpiji 3 Kg di Mukomuko Aman
"Seiring dengan itu, kita juga terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan lancar," kata Rico.
Menurut Rico, terkait penggunaan BBM dan LPG ini, sebagaimana arahan dari pemerintah pusat, di daerah saat ini juga terus berupaya menekankan pada efisiensi.
"Efisiensi ini dalam artian bijak dalam menggunakan BBM, termasuk gas. Walaupun dari kabar terakhir, Pertamina terus berupaya mengeluarkan kapal pengangkut BBM dari Selat Hormuz," ujar Rico.
Disinggung lebih jauh hasil koordinasi dengan Pertamina, Rico menjelaskan, dari komunikasi terakhir terkait jumlah stok, Pertamina menyebutkan masih dalam situasi yang terkendali.
BACA JUGA:Belum Ada Penyesuaian, Harga BBM di SPBU Masih Stabil dan Mengacu Harga Lama
"Jumlah stok energi masih di posisi, masih sangat aman. Seiring dengan itu, pemerintah pun saat ini mengambil sejumlah kebijakan dalam rangka efisiensi penggunaan BBM seperti menerapkan Work From Anywhere (WFA)," tambah Rico.
Lebih lanjut Rico mengemukakan, yang jelas dalam kesempatan ini pihaknya tetap mengimbau masyarakat, untuk tidak melakukan pembelian BBM dan elpiji secara berlebihan.
"Kemudian menginformasikan ketika menemukan kendala, ataupun berbagai bentuk dugaan penyelewengan di lapangan terkait distribusi ataupun penggunaan BBM dan LPG," demikian Rico.