Bapperida Mukomuko Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Ekosistem Riset
Bapperida Mukomuko saat menggekar rapat dengan LPPKM Universitas Bengkulu-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk membangun ekosistem riset dan inovasi di daerah.
Langkah ini dilakukan karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi di bidang riset.
Dan ini masih menjadi salah satu kendala dalam mendorong pembangunan berbasis data dan kajian ilmiah.
Upaya tersebut dilakukan Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) dengan menjalin komunikasi bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu (UNIB).
Kepala Bapperida Mukomuko, Singgih Pramono, MH, mengatakan pertemuan dengan LPPM UNIB menjadi bagian penting untuk menyamakan persepsi mengenai perlunya membangun ekosistem riset dan inovasi secara bersama-sama.
Menurutnya, Pemkab Mukomuko menyadari masih memiliki keterbatasan tenaga dan sumber daya manusia di bidang riset.
Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari perguruan tinggi yang memiliki sumber daya akademik, peneliti serta pengalaman dalam melakukan kajian dan penelitian.
"Kami menyadari sepenuhnya bahwa kami masih sangat kekurangan tenaga sumber daya riset. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi dengan perguruan tinggi yang ada di Provinsi Bengkulu," katanya.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut tidak boleh berhenti sebatas kegiatan penelitian atau pertemuan formal.
Lebih jauh, hasil riset diharapkan benar-benar dapat diterjemahkan menjadi bahan kebijakan pemerintah daerah dan memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.
Riset yang dilakukan bersama nantinya dapat diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan di Mukomuko.
Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, lingkungan, ekonomi masyarakat hingga pengembangan potensi unggulan daerah.
Dengan demikian, kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi memiliki dasar data, kajian dan rekomendasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Yang paling penting adalah bagaimana hasil dari ekosistem riset dan inovasi ini nantinya dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
