Aspirasi Keperawatan Jadi Bahan Penentuan Kebijakan Nasional
Pelaksanaan Munas ke-XI PPNI-Radar Utara/ Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Aspirasi keperawatan ditargetkan menjadi salah satu bahan untuk menentukan kebijakan nasional, terutama yang berkaitan dengan dunia kesehatan.
Ini ditegaskan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin usai menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Jum'at 9 Oktober 2026.
Menurut Sultan, PPNI merupakan rumah besarnya profesi perawat. DPD RI secara kelembagaan, tentu siap menjembatani aspirasi rekan-rekan PPNI kepada pemerintah.
"Bahkan kita juga menargetkan jika aspirasi keperawatan di seluruh daerah di Indonesia, dapat menjadi salah satu bahan utama dalam menenukan kebijakan nasional khususnya di dunia kesehatan," tegas Sultan.
Disisi lain, Sultan memastikan jika kehadirannya di tengah-tengah Munas PPNI di Bengkulu yang mengusung tema 'Transformasi Profesi Keperawatan: Sinergi Regulasi, Kesejahteraan, dan Perlindungan Hukum Menuju Indonesia Sehat 2045' menjadi bukti penghargaan negara.
"Terutama kepada profesi perawat yang memiliki peran strategis bagi bangsa," ungkap Sultan.
Dulu, lanjut Sultan, merawat cita-cita kemerdekaan, dan hari ini merawat kehidupan manusia. Inilah misi mulia para perawat yang merupakan sebuah profesi.
"Tapi profesi ini bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan pelayanan kemanusiaan yang paling dekat dengan denyut jantung masyarakat," ujar Sultan.
Sultan menambahkan, terdapat sejumlah persoalan krusial yang diserap dari daerah terkait keperawatan ini. Seperti pemerataan tenaga perawat, kebutuhan perawat spesialis, dan ketimpangan pelayanan kesehatan di daerah.
"Kemudian perlindungan hukum bagi perawat. Ribuan aspirasi terkait kesehatan dan keperawatan dari seluruh Indonesia, telah masuk kepada kita," tambah Sultan.
Sultan berharap, Munas XI PPNI tidak hanya melahirkan kepengurusan baru, tetapi juga menghasilkan terobosan nyata tidak hanya bagi kepentingan perawat, tapi juga dunia kesehatan secara nasional.
"Karena keberhasilan pembangunan kesehatan bukan dilihat dari berapa banyak rumah sakit yang dibangun, tetapi kehadiran negara saat masyarakat butuh pelayanan," sampai Sultan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni menyampaikan, pelaksanaan Munas XI PPNI diharapkan dapat membawa dampak positif yang luas.
"Terutama dari sisi peningkatan pelayanan bidang kesehatan terhadap masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu," harap Herwan yang turut menghadiri pembukaan Munas XI PPNI tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
