Harga Ayam dan Bawang Turun, Cabai Rawit Hijau Naik

Harga Ayam dan Bawang Turun, Cabai Rawit Hijau Naik

Kabid Perdagangan Disperindag Mukomuko, Hutri Wahyudi, SE-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Mukomuko mulai menunjukkan perubahan. Harga daging ayam dan bawang merah mengalami penurunan, sementara cabai rawit hijau justru bergerak naik.

Berdasarkan pantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindag) Kabupaten Mukomuko, harga daging ayam saat ini turun sekitar Rp5.000 per kilogram. Sebelumnya, komoditas tersebut berada di kisaran Rp55.000 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp50.000 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada harga bawang merah. Komoditas tersebut yang sebelumnya dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp30.000 per kilogram.

Kondisi berbeda terjadi pada cabai rawit hijau. Harganya justru mengalami kenaikan dari sebelumnya sekitar Rp60.000 menjadi Rp65.000 per kilogram.

Kabid Perdagangan Disperindag Mukomuko, Hutri Wahyudi, SE, mengatakan perubahan harga tersebut sangat dipengaruhi kondisi pasokan di pasaran. Untuk daging ayam dan bawang merah, pasokan saat ini relatif aman sehingga harga mengalami penurunan.

“Turunnya harga beberapa komoditas karena pasokannya cukup aman,” kata Hutri.

Sementara kenaikan harga cabai rawit hijau disebabkan pasokan yang masuk ke daerah mengalami pengurangan. Kondisi tersebut membuat jumlah cabai yang tersedia belum sebanding dengan kebutuhan konsumsi masyarakat.

“Untuk cabai rawit hijau, pasokannya berkurang sehingga tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Akibatnya harga mengalami kenaikan,” jelasnya.

Meski terdapat pergerakan pada sejumlah komoditas, secara umum harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Harga daging, telur, minyak goreng dan sejumlah bahan pangan lainnya belum menunjukkan perubahan berarti.

Dirinya mengaku akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pangan di sejumlah pasar di wilayah Kabupaten Mukomuko. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan gejolak harga dapat diketahui sejak dini.

"Dengan kondisi pasokan yang masih relatif aman untuk sebagian besar komoditas, masyarakat diharapkan tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memicu peningkatan permintaan dan mendorong kenaikan harga di tingkat pasar," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: