Laboratorium Daerah Tak Kunjung Berfungsi, DLH Mulai Bergerak

Laboratorium Daerah Tak Kunjung Berfungsi, DLH Mulai Bergerak

Plt Kepala DLH Mukomuko, Winarno, MPd-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mukomuko mulai serius membidik keberadaan laboratorium daerah yang hingga kini belum juga difungsikan secara optimal. Laboratorium yang dibangun sejak belasan tahun silam tersebut belum mampu memberikan pelayanan uji laboratorium secara mandiri ketika pemerintah daerah maupun masyarakat membutuhkan pemeriksaan terkait persoalan lingkungan.

Kondisi ini menjadi perhatian DLH Mukomuko. Di bawah kendali Plt Kepala DLH Mukomuko, Winarno, MPd, pihaknya tengah berupaya mengurai satu per satu persoalan yang menyebabkan fasilitas tersebut belum dapat dioperasikan sebagaimana mestinya.

Menurut Winarno, pihaknya tidak ingin keberadaan laboratorium daerah tersebut terus dibiarkan tanpa kejelasan. Sebab, pembangunan fasilitas yang menggunakan anggaran daerah semestinya diikuti dengan pemanfaatan yang jelas dan memberikan manfaat bagi daerah.

Saat ini DLH masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab utama laboratorium belum bisa berjalan. Apakah persoalannya berkaitan dengan ketersediaan dan kompetensi tenaga pengelola, peralatan, kelengkapan teknis, standar operasional, maupun persyaratan lainnya yang harus dipenuhi agar laboratorium dapat memberikan layanan pengujian.

"Kita terus melihat apa yang menjadi kelemahannya. Apakah dari tenaga, teknis atau ada persyaratan lain yang belum terpenuhi. Ini yang sedang kita cari tahu," ujar Winarno.

BACA JUGA:DLH Mukomuko Siapkan UPTD Laboratorium Lingkungan, Perkuat Pengawasan Industri

Ia menegaskan, keberadaan laboratorium daerah memiliki posisi penting dalam mendukung tugas DLH, terutama ketika muncul persoalan lingkungan yang membutuhkan data hasil pengujian secara cepat dan akurat.

Selama laboratorium belum dapat dioperasikan secara mandiri, kebutuhan pengujian tertentu harus dilakukan melalui laboratorium lain yang memenuhi persyaratan. Kondisi tersebut tentu menjadi kurang ideal apabila daerah sewaktu-waktu menghadapi persoalan lingkungan yang membutuhkan pemeriksaan segera.

"Harapan kita tentu laboratorium ini bisa difungsikan. Tetapi sebelum itu, kita harus tahu dulu apa yang menjadi kendalanya dan apa saja yang harus dibenahi," tegasnya.

Winarno mengatakan, DLH tidak ingin terburu-buru mengoperasikan laboratorium tanpa memastikan seluruh aspek pendukungnya benar-benar siap. Terlebih, layanan pengujian laboratorium berkaitan langsung dengan validitas data dan hasil pemeriksaan yang nantinya dapat menjadi dasar dalam mengambil kebijakan.

Karena itu, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari kondisi sarana dan prasarana, peralatan yang tersedia, tenaga pengelola hingga aspek teknis dan administrasi yang menjadi persyaratan operasional.

BACA JUGA:DLH Mukomuko Siapkan UPTD Laboratorium Lingkungan, Perkuat Pengawasan Industri

Langkah tersebut sekaligus untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun pemerintah daerah tidak kembali menjadi aset yang hanya berdiri secara fisik, tetapi tidak memberikan manfaat nyata.

"Yang jelas kita akan terus upayakan. Kita ingin tahu persoalannya secara pasti, kemudian kita cari jalan keluarnya agar laboratorium ini bisa dimanfaatkan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: