Minta Operator Siks-NG Sisir Ulang Data Lansia Dicoret dari Bansos Dampak Judol-Pinjol
Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.KM, M.Si-Dok. Radar Utara-
RADARUTARA.ID - Persoalan pencoretan penerima bantuan sosial (bansos) akibat dugaan data terafiliasi dengan aktivitas judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ternyata terjadi hampir di sebagian besar wilayah kecamatan.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.Km., M.Si, setelah melihat dinamika perubahan data keluarga penerima manfaat (KPM) bansos di sejumlah desa.
Budi mengungkapkan, terdapat sejumlah KPM, khususnya kalangan lanjut usia (lansia), yang sebelumnya tercatat sebagai penerima bansos namun kemudian dicoret dari daftar penerima akibat adanya dugaan keterkaitan data dengan penggunaan situs judol dan pinjol.
Atas kondisi tersebut, Budi berharap para operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) di desa.
BACA JUGA:Camat Dorong Pendampingan Proses Sanggah Lansia Kehilangan Bansos Dampak Judol
Dapat segera mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi bersama pendamping program untuk kembali menyisir data KPM yang terdampak.
Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan untuk memastikan apakah dugaan afiliasi terhadap aktivitas judol dan pinjol yang menyebabkan pencoretan benar-benar sesuai dengan kondisi faktual penerima bansos di lapangan.
“Berdasarkan dinamika yang terjadi di desa, khususnya terhadap penerima bansos lansia, tentu data-data yang terdampak ini perlu kembali ditelusuri dan diverifikasi.
Jangan sampai ada masyarakat yang memang berhak menerima bantuan justru kehilangan haknya karena persoalan data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ungkap Budi.
Ia menilai, cukup banyak lansia yang dicoret dari daftar penerima bansos akibat dugaan data terafiliasi dengan aktivitas judol dan pinjol, namun kondisi tersebut patut dipertanyakan.
BACA JUGA:Data Terindikasi Judol, Bansos Lansia Tunaaksara di Putri Hijau Jadi Korban
Pasalnya, sebagian besar lansia penerima bansos dinilai tidak memahami, bahkan awam terhadap aktivitas perjudian online maupun pinjaman online.
Karena itu, Budi meminta agar operator SIKS-NG desa bersama para pendamping program dapat membantu memfasilitasi KPM lansia yang terdampak untuk mengajukan proses sanggah maupun pembaruan data.
Langkah proaktif tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi para lansia untuk menjelaskan kondisi sebenarnya, terutama apabila terdapat kesalahan, ketidaksesuaian atau persoalan lain dalam data yang menyebabkan mereka kehilangan status sebagai penerima bansos.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
