14 Proyek Jalan dan Jembatan Skema PL Dinas PUPR Disiapkan Rp2 Miliar

14 Proyek Jalan dan Jembatan Skema PL Dinas PUPR Disiapkan Rp2 Miliar

Terlihat tim dari Dinas PUPR saat sedang melaksanakan titik nol proyek PL-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar di tengah keterbatasan anggaran. Tahun 2026 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko mendapatkan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp2 miliar yang diarahkan untuk membiayai sejumlah proyek melalui mekanisme penunjukan langsung (PL).

Anggaran tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan jalan, tetapi juga menyasar sejumlah jembatan yang dinilai penting untuk mendukung akses dan mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Ir Apriansyah, ST, MT, mengatakan sedikitnya terdapat 11 proyek jalan dan tiga proyek jembatan yang akan dikerjakan menggunakan anggaran tersebut. Seluruh kegiatan tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Mukomuko.

“Untuk tahun ini dari sumber DAU ada sekitar Rp2 miliar untuk kegiatan penunjukan langsung. Di dalamnya terdapat 11 pekerjaan jalan dan tiga jembatan,” ujar Apriansyah.

Untuk pembangunan jembatan, tiga titik yang masuk dalam program tersebut yakni Jembatan Nelan Indah dengan nilai pekerjaan sekitar Rp191 juta, Jembatan Tunggal Jaya sebesar Rp180 juta, serta Jembatan Sungai Berau, Kecamatan Selagan Raya, dengan anggaran sekitar Rp179 juta.

Dengan demikian, total anggaran yang dialokasikan untuk tiga pembangunan jembatan tersebut mencapai sekitar Rp590 juta. Sementara sisa anggaran dari total Rp2 miliar diarahkan untuk pekerjaan pembangunan jalan.

Apriansyah menegaskan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk tetap menjalankan pembangunan di tengah kemampuan fiskal daerah yang terbatas. Jalan dan jembatan menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian serta perkebunan, dan konektivitas antarwilayah.

“Pembangunan jalan dan jembatan ini kita sebar sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Akses jalan yang baik akan mempermudah mobilitas warga, sedangkan jembatan yang layak akan memastikan hubungan antarwilayah tetap berjalan dengan aman.

Dirinya memastikan pekerjaan yang telah masuk dalam program akan dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah berharap pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang selama ini bergantung pada akses jalan dan jembatan sebagai jalur utama aktivitas sehari-hari.

"Di tengah kebutuhan infrastruktur yang masih cukup besar, tambahan pembangunan melalui DAU ini menjadi langkah nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara bertahap. Pemerintah tidak ingin pembangunan berhenti hanya karena keterbatasan anggaran, tetapi terus bergerak dengan menyesuaikan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: