Perencanaan Dikebut, PUPR Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Anggaran 2026

Perencanaan Dikebut, PUPR Siapkan Strategi Hadapi Ketidakpastian Anggaran 2026

Kantor Dinas PUPR Mukomuko-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko mengambil langkah taktis dengan menuntaskan lebih awal seluruh dokumen perencanaan pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2026.

Langkah ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dinamika dan ketidakpastian kondisi keuangan daerah.

Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Ir Apriansyah, ST, MT menegaskan, fokus utama saat ini bukan pada pelaksanaan fisik, melainkan memastikan seluruh tahapan perencanaan rampung dan siap digunakan kapan saja.

Menurutnya, kesiapan dokumen menjadi kunci agar program pembangunan tidak tersendat ketika peluang anggaran muncul, baik dalam APBD murni, perubahan, maupun sumber pendanaan lainnya.

“Semua kita siapkan dari awal. Mulai dari survei, perencanaan teknis, hingga perhitungan anggaran. Jadi saat ada ruang fiskal, kita tidak lagi mulai dari nol,” tegasnya.

Ia menjelaskan, langkah percepatan ini juga sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi penyesuaian anggaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Dalam kondisi tersebut, proyek fisik berpeluang tertunda, namun perencanaan yang sudah matang tetap menjadi aset penting bagi daerah.

Apriansyah memastikan, dokumen yang telah disusun tidak akan terbuang percuma.

Seluruh perencanaan tetap dapat digunakan kembali sebagai dasar pengajuan program, baik melalui APBD Perubahan 2026 maupun pada tahun anggaran berikutnya.

“Perencanaan itu investasi. Sekali selesai, bisa digunakan kapan saja saat anggaran tersedia,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa tanpa kesiapan dokumen, peluang anggaran justru sering tidak bisa dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi ini yang ingin dihindari, agar pembangunan infrastruktur di Mukomuko tetap berjalan berkesinambungan.

Di sisi lain, kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah ini masih cukup besar dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat.

Karena itu, pihaknya tetap berharap tidak terjadi pengurangan anggaran pada sektor fisik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: