Asap Karhutla Mulai Dirasakan Masyarakat Bengkulu Utara, Waspadai Dampak Kesehatan
Kepala DLH Bengkulu Utara, Parpen Siregar--
ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Sepekan terakhir, warga Kabupaten Bengkulu Utara mulai merasakan dampak langsung dari bencana asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kabut asap tipis hingga tebal terlihat menyelimuti sejumlah wilayah, terutama pada pagi dan sore hari.
Meski kondisi ini tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga mulai memicu keluhan kesehatan bagi sebagian masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Utara, Parpen Sirergar, mengungkapkan bahwa fenomena kabut asap yang saat ini terjadi kemungkinan besar merupakan kiriman dari wilayah provinsi tetangga.
BACA JUGA:Karhutla Jadi Ancaman! Kapolsek Minta Warga maupun Korporasi Tidak Membakar Lahan
"Bisa jadi kondisi ini adalah dampak dari karhutla yang terjadi di daerah Sumatera Selatan," ujarnya kepada Radar Utara, Selasa (25/7/2026).
Meskipun belum terdeteksi titik api signifikan di wilayah Bengkulu Utara, arah angin yang membawa partikel asap dari provinsi selatan dinilai menjadi penyebab utama pekatnya udara di daerah tersebut.
DLH pun terus memantau kualitas udara secara berkala guna mengantisipasi memburuknya situasi.
“Jika kondisi udara dirasa sudah membahayakan, kami menyarankan agar menggunakan masker saat bepergian atau beraktivitas di luar rumah," tegasnya.
Parpen menambahkan, pemerintah daerah saat ini gencar sosialisasi dan mengingatkan sesuai surat edaran Bupati Bengkulu Utara Nomor 10 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan Dengan Cara Membakar.
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Utara Imbau Warga Waspada Karhutla di Musim Kemarau
Dimana dalam SE tersebut, agar warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat musim kemarau yang masih berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.
"Kami imbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membakar sampah dan membakar lahan baru, lantaran daerah kita memasuki musim kemarau dan memicu kebakaran hutan,”terangnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
