Harga Sawit Masih Panas, Petani Jangan Lengah

Harga Sawit Masih Panas, Petani Jangan Lengah

Harga sawit cukup panas, petani diminta jaga kualitas-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko masih bertahan di level tinggi. Dalam beberapa hari terakhir, mayoritas pabrik kelapa sawit (PKS) membeli TBS petani di atas Rp2.900 per kilogram, dan ini memberikan dampak langsung terhadap pendapatan pekebun.

Kondisi tersebut dibenarkan Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Ade Elyan Prasatya SE. Ia menerangkan, tren harga yang stabil di level tinggi ini terjadi merata di sejumlah perusahaan pengolahan sawit di daerah tersebut.

“Mayoritas harga pembelian TBS petani masih bertahan di atas Rp2.900 per kilogram. Ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir dan cukup menguntungkan petani,” ujarnya.

Berdasarkan data lapangan, harga TBS di masing-masing perusahaan bervariasi. PT Usaha Sawit Mandiri (USM) tercatat membeli dengan harga tertinggi Rp2.980 per kilogram, disusul PT Bumi Mentari Karya (BMK) Rp2.960, dan PT Daria Dharma Pratama (DDP) Rp2.930. Sementara itu, PT Surya Andalan Primatama (SAP) berada di angka Rp2.920 dan PT Mukomuko Indah Lestari (MMIL) Rp2.900 per kilogram.

BACA JUGA:Putus Rantai Kemiskinan, Mukomuko Stop Jual Mentah Sawit dan Gabah

Beberapa perusahaan lainnya seperti PT Sapta Sentosa Jaya Abadi (SSJA) Rp2.880, PT Karya Sawitindo Mas (KSM) dan PT Sentosa Sejahtera Sejati (SSS) masing-masing Rp2.860, serta PT Karya Agro Sawitindo (KAS) Rp2.840 per kilogram. Harga serupa Rp2.900 juga tercatat di PT Gajah Sakti Sawit (GSS).

"Kami memastikan pemantauan harga terus dilakukan secara berkala. Data dari lapangan akan kita kumpulkan dan laporkan ke pemerintah provinsi sebagai bahan koordinasi dan evaluasi, " tegasnya.

Meski harga sedang tinggi, petani diingatkan tidak terlena. Kualitas buah tetap menjadi faktor utama yang menentukan harga dan daya saing di pabrik.

“Petani harus menjaga kualitas panen, terutama tingkat kematangan buah. Ini penting untuk meningkatkan rendemen minyak dan mempertahankan harga tetap baik,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: