Dokter Spesialis Kurang, Dinkes Mukomuko Siapkan Solusi Jangka Panjang

Dokter Spesialis Kurang, Dinkes Mukomuko Siapkan Solusi Jangka Panjang

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, Msi-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Hingga sekarang, Kabupaten Mukomuko masih kekurangan tenaga dokter, terutama dokter spesialis. Kondisi ini berdampak langsung pada belum maksimalnya pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun di RSUD Mukomuko.

Di tingkat pelayanan dasar, kekurangan dokter umum masih terjadi. Sejumlah puskesmas hanya memiliki satu dokter. Situasi ini membuat pelayanan menjadi tidak stabil. Ketika dokter tersebut berhalangan, baik karena sakit maupun tugas luar, layanan medis praktis terganggu.

Idealnya, setiap puskesmas memiliki minimal dua dokter agar pelayanan tetap berjalan. Namun hingga saat ini, kebutuhan tersebut belum terpenuhi. Ketimpangan jumlah tenaga medis ini menunjukkan pemerataan layanan kesehatan masih jauh dari target.

Masalah lebih serius terjadi di RSUD Mukomuko. Ketersediaan dokter spesialis belum mencukupi kebutuhan layanan. Akibatnya, sejumlah penanganan medis tidak dapat dilakukan secara optimal dan masih bergantung pada keterbatasan tenaga yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, menyebutkan kekurangan dokter spesialis menjadi persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Untuk itu, pihaknya mulai menyiapkan langkah jangka panjang.

"Salah satu strategi yang disiapkan adalah mendorong putra daerah untuk menempuh pendidikan dokter spesialis," katanya.

Upaya ini sebagai solusi berkelanjutan, dengan harapan tenaga medis yang berasal dari daerah dapat kembali dan mengabdi setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, keberadaan dokter spesialis menjadi kunci dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.

"Tanpa dukungan tenaga yang memadai, fasilitas yang tersedia tidak akan berfungsi maksimal," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menilai bahwa persoalan ini bukan hanya soal kekurangan jumlah tenaga medis, tetapi juga distribusi yang belum merata. Wilayah pelayanan dasar seperti puskesmas masih menjadi titik paling rentan. Dan kondisi ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.

"Jika tidak segera ditangani, krisis tenaga dokter, terutama spesialis, akan terus membebani sistem pelayanan kesehatan dan berdampak langsung pada masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat layanan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: