Pasar Tradisional Bakal Ditimbun Koral Antisipasi Genangan Air

Pasar Tradisional Bakal Ditimbun Koral Antisipasi Genangan Air

Kepala Disperindag Mukomuko, Safriadi, SH-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mukomuko akan dilakukan penimbunan menggunakan material koral untuk mengatasi persoalan genangan air yang selama ini mengganggu aktivitas jual beli. Langkah ini difokuskan pada titik-titik pasar yang rawan tergenang, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Beberapa pasar yang masuk dalam rencana penanganan di antaranya Pasar Koto Jaya dan Pasar Lubuk Sanai. Kedua lokasi ini dinilai cukup mendesak karena kondisi permukaan tanah yang rendah serta sistem drainase yang belum memadai, sehingga air kerap menggenang dan menghambat aktivitas pedagang maupun pembeli.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko, Safriadi, SH, menjelaskan bahwa kegiatan penimbunan ini merupakan bagian dari upaya perbaikan rutin yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga fungsi pasar tetap berjalan optimal. Namun, pelaksanaannya tidak bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Karena anggaran yang tersedia sangat terbatas, tidak semua pasar bisa mendapatkan penimbunan koral tahun ini. Kegiatan ini masuk dalam program rutin, jadi harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keterbatasan dana menjadi kendala utama dalam pemerataan penanganan infrastruktur pasar. Akibatnya, pemerintah harus melakukan prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan dampak yang ditimbulkan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selama ini, kondisi becek dan genangan air di pasar tradisional kerap dikeluhkan pedagang. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi tersebut juga berpotensi menurunkan minat pembeli karena lingkungan pasar menjadi kotor dan licin.

Dengan adanya penimbunan koral, diharapkan permukaan tanah menjadi lebih padat dan tidak mudah tergenang.

"Meski begitu, upaya ini hanya bersifat sementara. Jika tidak diikuti dengan perbaikan sistem drainase yang lebih permanen maka penimbunan tidak bisa bermanfaat secara maksimal," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: