Kelakuan Nyeleneh, ODGJ di Mekar Mulya Dikabarkan Seneng Mengambil Celana Dalam

Kelakuan Nyeleneh, ODGJ di Mekar Mulya Dikabarkan Seneng Mengambil Celana Dalam

Terlihat ODGJ si Cincing celana yang di resahkan warga Mekar Mulya-Radar Utara / Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Warga Desa Mekar Mulya, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko dibuat resah oleh keberadaan seorang ODGJ yang dikenal dengan sebutan “Si Cincing Celana”.

Sosok tersebut kerap berkeliaran di lingkungan permukiman warga dan dinilai semakin meresahkan karena perilakunya yang tidak terkendali.

Keluhan warga bukan tanpa alasan. Selain sering mengambil makanan yang dijual di warung tanpa izin, ODGJ tersebut juga diduga memiliki kebiasaan yang nyeleneh dengan mencuri pakaian dalam milik warga.

Aksi itu dikabarkan terjadi berulang kali dan membuat masyarakat merasa tidak nyaman, bahkan khawatir terhadap keamanan lingkungan mereka.

BACA JUGA:Penanganan ODGJ Butuh Peran Aktif Keluarga

“Sudah sering dia ambil makanan di warung, kadang juga ambil celana dalam warga. Ini jelas meresahkan,” ungkap Haidar, salah seorang warga setempat.

Menurut warga, kondisi ini bukan lagi persoalan sepele. Keberadaan ODGJ tersebut dinilai berpotensi memicu gangguan ketertiban umum jika tidak segera ditangani secara serius oleh pihak terkait.

Apalagi, hingga saat ini belum terlihat adanya langkah konkret dari instansi berwenang untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Pemerintah Desa Mekar Mulya sendiri dikabarkan telah menyampaikan laporan resmi kepada dinas terkait, termasuk Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko.

BACA JUGA:ODGJ Resahkan Warga Mekar Mulya, Dinsos Diminta Bertindak Cepat

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut nyata berupa penanganan atau evakuasi terhadap ODGJ tersebut.

Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial, tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah cepat.

Penanganan ODGJ seharusnya menjadi tanggung jawab serius pemerintah, baik melalui pendekatan medis maupun sosial, demi menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Kalau dibiarkan terus, kami khawatir akan terjadi hal yang lebih besar. Kami butuh tindakan, bukan hanya menunggu,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: