Kejar Target 40 Ribu Kantong Darah, Siapkan Strategi Terpadu
Koordinasi antara PMI dengan berbagai intansi di Provinsi Bengkulu-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Dalam mengejar target 40 ribu kantong darah setiap tahunnya di Provinsi Bengkulu, strategi terpadu menjadi penting untuk disiapkan.
Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni usai menghadiri rapat koordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan berbagai instasi dan lembaga lainnya di Bengkulu.
"Kita selaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, pada prinsipnya mendorong agar disusun strategi terpadu untuk meningkatkan ketersediaan stok darah," ungkap Herwan.
Langkah ini, lanjut Herwan, menjadi penting, terlebih untuk memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat, yang sampai dengan saat ini masih jauh dari target ideal.
"Kalau mengacu pada standar organisasi kesehatan dunia, kebutuhan darah di Bengkulu ini mencapai sekitar 40 ribu kantong setiap tahunnya," kata Herwan.
Hanya saja, sambung Herwan, saat ini tercatat jika jumlah darah yang berhasil dihimpun baru berkisar antara 23 ribu hingga 26 ribu kantong per tahun.
“Sehingga masih jauh dari kata ideal, jika kita mengacu pada target tersebut. Tapi, kita benar-benar menginginkan agar stok darah di Bengkulu dapat terpenuhi. Sehingga perlu disiapkan strategi terpadu," ujar Herwan.
Menurut Herwan, strategi terpadu tersebut, tentunya harus terencana agar jumlah donor darah terus meningkat dan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi.
"Walaupun kita harus menghadapi tantangan besar, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah. Padahal, kebutuhan darah di rumah sakit terus ada setiap hari," papar Herwan.
Herwan menambahkan, upaya meningkatkan stok darah tidak bisa hanya mengandalkan PMI, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Termasuk instansi pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, perguruan tinggi, hingga komunitas.
“Kalau semua instansi dan masyarakat ikut berpartisipasi secara rutin, kita optimistis target kebutuhan darah di Bengkulu bisa tercapai,” tambah Herwan.
Lebih lanjut Herwan mengemukakan, Pemprov Bengkulu bersama PMI bakal terus memperkuat sosialisasi, terkait pentingnya donor darah sekaligus menghilangkan berbagai anggapan keliru yang selama ini membuat masyarakat enggan mendonor.
"Kita juga bakal menerapkan program donor darah secara rutin dan terjadwal," demikian Herwan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: