Cegah Diare, Dinkes Mukomuko Serukan Gerakan Hidup Bersih
Kepala Dinkes Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Peningkatan kasus diare dalam beberapa hari terakhir menjadi sinyal serius bagi kesehatan masyarakat Kabupaten Mukomuko. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan langsung mengingatkan warga untuk tidak lengah, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kesadaran akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini tidak terjadi tanpa sebab. Ia menilai, faktor lingkungan dan perilaku masyarakat masih menjadi pemicu utama yang harus segera dibenahi secara bersama.
“Ini bukan sekadar penyakit musiman, tapi peringatan bahwa masih ada kebiasaan yang perlu diperbaiki. Air yang tidak layak konsumsi, kebersihan lingkungan yang kurang terjaga, hingga pola hidup yang belum sehat menjadi penyebab utama meningkatnya kasus diare,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan air yang terkontaminasi menjadi ancaman paling dominan. Air minum yang tidak dimasak hingga mendidih maupun bersumber dari lingkungan tercemar dapat membawa bakteri berbahaya. Ditambah lagi dengan konsumsi makanan yang tidak higienis serta kebiasaan mengabaikan cuci tangan, risiko penularan semakin tinggi.
BACA JUGA:Cegah Diare, Dinas Kesehatan Tekankan Perbaikan Sanitasi dan Pola Hidup Bersih
Di sisi lain, kondisi drainase dan pengelolaan sampah di sejumlah wilayah juga menjadi sorotan. Lingkungan yang kotor dengan genangan air dan tumpukan sampah berpotensi menjadi tempat berkembangnya kuman penyebab berbagai penyakit.
“Kalau lingkungan tidak bersih, maka penyakit akan mudah berkembang. Ini harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah, tapi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala diare. Jika mengalami buang air besar berulang, disertai lemas atau tanda dehidrasi, warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan. Penanganan cepat dinilai sangat penting, terutama bagi anak-anak dan lanjut usia yang lebih rentan.
Sebagai langkah konkret pencegahan, masyarakat diimbau untuk memastikan air minum dimasak hingga matang, mengonsumsi makanan yang bersih, serta membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas.
Lebih dari itu, peran keluarga menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan. Kebersihan rumah, pengelolaan limbah, serta perhatian terhadap kondisi kesehatan anggota keluarga harus diperkuat sebagai benteng pertama pencegahan penyakit.
BACA JUGA:Cegah Diare, Dinas Kesehatan Tekankan Perbaikan Sanitasi dan Pola Hidup Bersih
“Kami terus melakukan pemantauan dan edukasi ke masyarakat. Namun keberhasilan pencegahan sangat bergantung pada kesadaran bersama. Mari jadikan kebersihan sebagai budaya, demi melindungi keluarga dan lingkungan dari ancaman penyakit,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: