Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Asal Enggano di Cafe Black Rock Didalami Polisi

Dugaan Pengeroyokan Mahasiswa Asal Enggano di Cafe Black Rock Didalami Polisi

Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Polresta Bengkulu memastikan bakal segera mendalami dugaan pengeroyokan, yang terjadi pada Cafe Black Rock yang berada di Jalan Padang Jati Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu.

Dimana dugaan tersebut dialami mahasiswa asal Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Tegar Wicaksono, 25 tahun sekitar pukul 03.30 WIB, Rabu 20 Mei 2026.

Insiden bermula saat Tegar Wicaksono yang mengaku sebagai korban, terlibat adu mulut atau cekcok dengan salah satu pengunjung cafe, yang akhirnya berujung pada dugaan pengeroyokan.

Dalam peristiwa itu, korban mengaku dipukul yang disertai dengan caci maki dari terlapor. Korban semakin tidak terima, lantaran kepalanya dipukul dengan gelas yang diduga dilakukan rekan terlapor.

BACA JUGA:Polres Mukomuko Usut Dugaan Pengeroyokan di Arena Grasstrack Bumi Mekar Jaya

Saat kejadian tersebut, sempat membuat pengunjung panik. Kepanikan pengunjung kian menjadi, setelah beredar kabar jika salah satu pihak diduga membawa senjata tajam ke dalam cafe.

Tidak terima dengan apa yang dialaminya, pasca kejarian korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Ratu Samban Kota Bengkulu.

Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat dikonfirmasi membenarkan laporan terkait keributan di cafe tersebut. Untuk saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman, dan belum mengungkap identitas pihak-pihak yang terlibat.

"Belum ada nama-namanya, jadi saya belum bisa menyampaikan secara detail. Yang jelas, peristiwa itu pasti kita dalami," tegas Kapolresta.

BACA JUGA:Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Pengeroyokan di Napal Putih

Lebih lanjut Rahmat menyampaikan, terkait peristiwa itu pihaknya pun tengah mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri dugaan adanya senjata tajam yang dibawa ke dalam lokasi hiburan malam tersebut. 

"Saat ini proses penyelidikan terkait peristiwa itu masih berlangsung," singkat Rahmat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: