Badan Jalan Tanjung Alai-Jabi Nyaris Ludes Ditelan Longsor
Badan Jalan Tanjung Alai-Jabi Nyaris Ludes Ditelan Longsor-Radar Utara/ Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara dalam beberapa hari terakhir berdampak serius terhadap infrastruktur jalan penghubung desa dan kecamatan antara Desa Tanjung Alai dengan Desa Jabi.
Pasca hujan lebat, ruas jalan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu yang berada di Desa Tanjung Alai mengalami longsor cukup parah hingga hanya menyisakan beberapa meter badan jalan yang masih dapat dilalui kendaraan.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat bila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, longsoran diprediksi akan semakin meluas dan berpotensi memutus total akses jalan.
Kepala Desa Tanjung Alai, Laili, mengungkapkan kerusakan jalan poros penghubung desa yang menjadi kewenangan Pemprov Bengkulu saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.
Menurutnya, longsor yang terjadi telah mengikis sebagian besar badan jalan dan hanya menyisakan sedikit ruang bagi kendaraan untuk melintas.
Jika hujan terus terjadi maka kondisi longsor dipastikan akan semakin meluas hingga berpotensi memutus akses utama masyarakat.
“Kalau jalan ini sampai putus, tentu banyak pihak yang dirugikan karena ini akses penting masyarakat,” ujar Laili.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Tanjung Alai dalam waktu dekat akan menyampaikan proposal resmi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu sebagai bentuk dorongan agar penanganan segera dilakukan terhadap longsoran yang mengikis ruas jalan tersebut.
Selain membutuhkan langkah darurat untuk mencegah longsor semakin melebar, pihak desa juga berharap adanya perhatian khusus dari Pemprov Bengkulu agar ruas jalan itu dapat ditangani secara permanen.
Terpisah, anggota DPRD Bengkulu Utara dari Dapil IV, Doni Asikin, meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu segera merespons kondisi longsoran jalan di wilayah Desa Tanjung Alai tersebut.
Doni menilai, arah kebijakan Pemprov Bengkulu saat ini sebenarnya sudah cukup baik karena konsisten membangun jalan-jalan provinsi yang mengalami kerusakan, khususnya pada link Ketahun–Napal Putih.
Namun demikian, ia meminta agar titik paling urgen yang saat ini terancam putus dapat menjadi prioritas utama pada agenda pembangunan tahun anggaran 2026.
Politisi PKB itu berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu dapat memberikan kebijakan khusus terhadap rencana pembangunan jalan link Ketahun–Napal Putih dengan memprioritaskan ruas Desa Tanjung Alai–Jabi yang saat ini sedang dihantam longsor.
“Percuma kalau komitmen pembangunan jalan terus digaungkan, tetapi titik yang paling rusak dan mendesak justru dibiarkan,” tegas Doni.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: