Waspadai Microsleep Saat Berkendara, Mata Terjaga Tapi Sebenarnya Tidur, Lakukan Hal Ini Jika Mengalaminya

Waspadai Microsleep Saat Berkendara, Mata Terjaga Tapi Sebenarnya Tidur, Lakukan Hal Ini Jika Mengalaminya

Waspadai Microsleep Saat Berkendara, Mata Terjaga Tapi Sebenarnya Tidur. Lakukan Hal Ini Jika Mengalaminya.--

RADARUTARA.ID - Kecelakaan lalu lintas sering kali disebabkan oleh kondisi jalan yang menantang atau kerusakan kendaraan.

Namun, ternyata hal-hal yang kerap dianggap remeh, seperti microsleep, juga bisa menjadi penyebab kecelakaan. 

Microsleep adalah kondisi hilangnya kesadaran pengemudi ketika berkendara selama kurang dari 30 detik akibat kantuk berat.

Para pengemudi biasanya mengalami hal tersebut secara tidak sadar karena prosesnya berlangsung sangat cepat.

Terkadang mata mereka terlihat terbuka tapi sebenarnya mereka telah tertidur.

Lebih parahnya lagi, durasi tidur ekstra singkat tersebut bisa mencapai lebih dari 1 menit bila pengemudi memasuki fase tidur yang lebih dalam.

microsleep jelas berbahaya ketika sedang berkendara.

Hal-hal seperti mobil keluar dari jalur, kecelakaan, serta membahayakan pengguna jalan lain bisa saja terjadi ketika anda sedang mengalami microsleep.

Pada umumnya orang-orang yang sedang mengalami hal ini dapat memiliki gejala-gejala berikut ini seperti: kelopak mata yang terasa berat, menguap terus menerus, kehilangan fokus, bingung waktu diajak komunikasi, tidak menyadari kondisi lalu lintas, serta faktor-faktor yang lainnya.

Nah jika anda telah mengalami hal-hal yang demikian ada baiknya anda berhenti sejenak dan beristirahat, ada beberapa tips yang dapat anda ikuti untuk mencegah dari microsleep diantaranya: 

1. Lekas menepikan kendaraan

langkah pertama yang wajib kita lakukan bila mulai menyadari tanda-tanda microsleep adalah menepikan kendaraan ke jalur paling kiri.

Setelah menepikan kendaraan, kita bisa tidur sejenak untuk menghilangkan kantuk.

Meskipun tidur di jok mobil terasa kurang nyaman, setidaknya cara ini ampuh memerangi kantuk yang rentan membahayakan keselamatan perjalanan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: