Tempe Goreng Semakin Tipis, Harga Kedelai di Bengkulu Utara Naik Drastis

Tempe Goreng Semakin Tipis, Harga Kedelai di Bengkulu Utara Naik Drastis

Tempe Goreng Semakin Tipis, Harga Kedelai di Bengkulu Utara Naik Drastis-Radar Utara / Abdul Gafur-

ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Sepekan terakhir, para perajin tempe dan tahu di Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya di Kecamatan Arma Jaya, dibuat resah oleh melonjaknya harga kedelai sebagai bahan baku utama. 

Kenaikan ini tentu berdampak langsung pada ketebalan tempe dan jumlah produksi yang dijual kepada masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga kedelai yang didatangkan dari Provinsi Lampung naik dari Rp9.900 per kilogram menjadi Rp11.000 per kilogram. 

Kenaikan sebesar lebih dari 11 persen ini terjadi tanpa adanya tanda-tanda penurunan dalam waktu dekat.

BACA JUGA:Tetap Makan Enak, Walau Gajian Awal Bulan Cuma Numpang Lewat, Intip Oseng Tempe Ala Rumahan!

Salah seorang pengusaha tempe dan tahu di Kecamatan Arma Jaya, Santo, mengaku bahwa kondisi ini memaksanya untuk melakukan sejumlah penyesuaian agar usahanya tetap bertahan.

“Untuk menekan angka kerugian, terpaksa kami kurangi jumlah produksi dan kurangi ukurannya,” ujar Santo, Minggu (10/5/2026).

Santo menjelaskan, yang memberatkan tidak hanya kedelai. Harga plastik pembungkus tempe juga ikut naik. 

Sementara itu, harga jual ke masyarakat tidak mungkin dinaikkan secara sembarangan karena dapat menurunkan daya beli konsumen.

“Kenaikan ini tidak hanya pada bahan baku, tetapi harga plastik pembungkus tempe juga naik. 

BACA JUGA:Asal Tahu Aturan Makannya, Ternyata Konsumsi Tempe Mentah Bisa Jadi Obat Maag Terbaik

Sementara harga jual ke masyarakat tidak mungkin kita naikkan,” keluhnya.

Akibatnya, tempe goreng yang biasa disajikan tebal dan menggembung kini semakin tipis. 

Para perajin berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai sebelum usaha kecil menengah di sektor pangan ini semakin terpuruk.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: