Dugaan Penganiayaan, Oknum ASN Dipolisikan, Berharap Inspektorat Objektif & Tegas

Dugaan Penganiayaan, Oknum ASN Dipolisikan, Berharap Inspektorat Objektif & Tegas

Dugaan Penganiayaan, Oknum ASN Dipolisikan, Berharap Inspektorat Objektif & Tegas-Radar Utara / Abdul Gafur-

ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kecamatan dalam Kabupaten Bengkulu Utara, dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan terhadap salah seorang warga Desa Lubuk Jale Kecamatan Kerkap. 

Tak hanya melaporkan ke polisi, korban, Arisastra Gunawan, juga menyampaikan laporan resminya ke Inspektorat Bengkulu Utara

Berdasarkan keterangan korban sebagaimana runut kronologis yang dituangkan secara tertilis dalam laporannya ke Inspektorat. 

Peristiwa dugaan penganiayaan yang dialami pelapor atau korban, terjadi pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, awal tahun lalu, berlokasi di rumah korban, Desa Lubuk Jale. 

Kata Arisastra, peristiwa yang sudah terjadi sejak awal tahun dan sudah dilaporkannya itu, belum mendapatkan tindaklanjut sebagaimana diharapkan agar dirinya selaku korban, mendapatkan keadilan. 

Korban mengakui, terlapor atas dugaan penganiayaan ini merupakan oknum ASN yang memiliki jabatan di kecamatan. 

Arisastra Gunawan menceritakan bahwa permasalahan ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, namun belum ada proses hukum sesuai aturan yang tegas terhadap pelaku yang berstatus ASN.

“Sudah kami laporkan ke Polres Bengkulu Utara dan Pemkab Bengkulu Utara. Kami hanya masyarakat biasa dan berharap, oknum ASN inisial HE, segera diproses secara hukum dan seadil-adilnya,” ujar Arisastra dengan penuh harap, Rabu, 6/5/2026.

Korban yang masih merasakan trauma dan dampak fisik dari penganiayaan tersebut, meminta keadilan. 

Ia berharap aparat penegak hukum tidak tebang pilih dalam menangani kasus yang melibatkan oknum ASN.

“Kami hanya minta keadilan. Semoga HE segera ditahan atau dipecat agar tidak memberi efek buruk kepada masyarakat. Jangan sampai pelaku berlindung di balik status ASN-nya,” pintanya.

Disinggung soal kronologis kejadian, kata dia, siang sebelum peristiwa itu terjadi, Ia (Korban, red) menumpang cuci motor di tempat pencucian milik terlapor oknum ASN itu. 

Usai mencuci motornya, korban pulang dan beberapa waktu berikutnya, terlapor menyusul ke rumah hingga terjadi cek cok. 

Terlapor ini, kata korban, langsung melayangkan tamparan ke bagian wajah dan mencekik leher. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: