Selundupkan 5 Ton BBM Bio Solar, Warga Lubuk Linggau Jadi Tsk
Kasubdit Tipidter, Kompol. Mirza Gunawan-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Subdit Tipidter Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu berhasil menggagalkan transaksi ilegal, berupa upaya penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar.
Dalam pengungkapan itu setidaknya 5 ton BMM Bio Solar berhasil diamankan, berikut satu orang pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Dir Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombespol. Aris Tri Yunarko melalui Kasubdit Tipidter, Kompol. Mirza Gunawan mengatakan, Bio Solar yang diamankan pihaknya, sebelum diselundupkan terlebih dahulu ditampung dalam 5 tanki.
"Tanki yang dimaksud masing-masing berkapasitas 1.000 liter," ungkap Mirza, Selasa 5 Mei 2026.
BACA JUGA:Naik Lagi, BBM Dex Hampir Rp30 Ribu/liter, Harga Pertalite dan Biosolar Tetap
Menurut Mirza, tanki yang berisikan Bio Solar itu, dalam penyelundupannya menggunakan angkutan jenis truk dari Padang Ulak Tanding (PUT) Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, menuju Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
"Dalam pengungkapan ini, kita berhasil menangkap warga Lubuk Tanjung Kota Lubuk Linggau berinisial RE," kata Mirza.
RE sendiri, lanjut Mirza, saat ini sudah resmi menyandang status tsk. Karena dari penyidikan, RE inilah yang melakukan pengisian BBM bersubsidi jenis Bio Solar.
"Pengisian dilakukan tsk (RE, red) secara berulang, dengan menggunakan barcode yang tidak sesuai. Dari penyidikan juga, BBM itu dijual RE kepada YP yang berada di Kota Lubuk Linggau," jelas Mirza.
BACA JUGA:Imbas Kenaikan BBM Non-Subsidi, Perubahan SBU Dinilai Harus Dipertimbangkan
Mirza menambahkan, selain menangkap tsk, pihaknya juga mengamankan sekitar 5 ribu liter BBM jenis Bio Solar, serta satu unit truk yang digunakan untuk mengangkut BBM tersebut.
"Dari pengakuan tsk, aktivitas transaksi ilegal itu sudah dilakoninya sejak 6 bulan terakhir. Setiap kali transaksi jual beli BBM ilegal ini, tsk menjual kembali dengan harga Rp9.000 hingga Rp10.000 per liter," tambah Mirza.
Dari penyidikan juga, sambung Mirza, jaringan transaksi ilegal ini sudah terorganisir. Di mana para pengunjal saling berkaitan dan saling membantu, untuk mengumpulkan BBM jenis Bio solar.
"Sehingga sudah bisa kita amsumsikan, jika jaringan ini merupakan komplotan. Dalam aksinya, para pengunjal BBM membeli dengan menggunakan barcode secara berulang," beber Mirza.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: