Imbas Pemangkasan DD, PMD Minta Desa Bijak Realisasikan Anggaran
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Utara, Rahmat Hidayat, S.STP, M.Si-Radar Utara / Abdul Gafur-
ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Imbas pemangkasan anggaran Dana Desa 2026 menyusul terbitnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa.
Tentu, berdampak langsung kepada pembangunan di desa.
Untuk diketahui, total pagu Dana Desa Tahun 2026 yang diterima Kabupaten Bengkulu Utara sebesar Rp149 miliar.
Dengan rincian alokasi untuk dana desa reguler sebesar Rp61 miliar, sementara Rp86 miliar diperuntukkan bagi Ketahanan Pangan dan Dana Kelompok Masyarakat (KDMP).
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkulu Utara, Rahmat Hidayat, S.STP, M.Si, mendorong pemerintah desa agar lebih bijak dalam merealisasikan dana desanya.
BACA JUGA:Kran DD Tahap 2 Dibuka, Kecamatan Desak Desa Percepat Usulan
Hal itu, menyusul kebijakan pemangkasan anggaran berdampak signifikan terhadap sejumlah rencana pembangunan yang sebelumnya telah disepakati dalam musyawarah desa.
“Dengan ada peraturan terbaru, tentu berdampak pada realisasi pembangunan infrastruktur yang selama ini sudah dimusyawarahkan,” ujar Rahmat, Senin (4/5/2026)
Menurutnya, fokus utama penggunaan dana desa tahun ini bergeser ke program prioritas nasional, terutama ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui KDMP yang porsinya justru lebih besar dibanding dana reguler.
Kondisi ini menuntut para kepala desa untuk lebih cermat dan transparan dalam menyusun anggaran.
BACA JUGA:Mei Batas Akhir! Desa yang Belum Usulkan DD Tahap I Siap-Siap Gigit Jari
“Kami minta kepala desa bijak dalam mengelola anggaran, sehingga sisa dana desa yang ada bisa berdampak langsung kepada masyarakat,” tegas Rahmat.
PMD Kabupaten Bengkulu Utara terus mendampingi desa-desa dalam menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes).
Agar tetap mematuhi regulasi baru, namun tidak mengorbankan layanan dasar dan kebutuhan prioritas warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: