Kapal Karam, Seorang Nelayan Menghilang
Upaya pencarian seorang nelayan yang kapalnya karam di area Pasir Putih Pantai Panjang Kota Bengkulu-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Seorang nelayan Kelurahan Lempuing Kota Bengkulu, Ujang Sidik dikabarkan menghilang dan saat ini tengah dilakukan pencaharian.
Ini setelah kapal yang digunakan bersama rekannya, Beri dilaporkan karam lantaran dihantam gelombang pasang disertai badai saat melaut di wilayah Pasir Putih kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kantor Basarnas Provinsi Bengkulu, peristiwa naas itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.20 WIB, Minggu 5 April 2026.
Dalam peristiwa itu, Beri dinyatakan selamat setelah berhasil berenang menuju tepian pantai. Sedangkan Ujang Sidik saat ini masih dilakukan pencarian.
BACA JUGA:Air Rami, Bantal dan Pasar Sebelah Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih 2027
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Tim Rescue Basarnas Bengkulu, Polresta Bengkulu, TNI, BPBD Kota Bengkulu, serta masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Bengkulu, Made Ardana mengatakan, saat ini proses pencarian terhadap korban (Ujang Sidik, red) masih terus dilakukan.
"Selama proses pencarian, tim gabungan yang dikerahkan harus menghadapi berbagai tantangan. Terutama karena kondisi cuara yang kurang bersahabat mulai dari gelombang pasang, badai dan hujan," kata Made.
Lebih lanjut Made menyampaikan, walaupun proses pencarian cukup berat, tim gabungan sejauh ini tetap berupaya melakukan penyisiran di area pesisir dan titik koordinat jatuhnya korban.
BACA JUGA:Pendapatan Nelayan Anjlok, Hasil Tangkapan Tak Lagi Menutup Biaya Operasional
"Kita berharap korban dapat segera ditemukan dalam pencairan ini," demikian Made.
Pasca kabar karamnya kapal tersebut, pihak keluarga dan warga sekitar tampak memadati area pantai yang tentunya berharap korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi Surat Kabar Harian (SKH) Radar Utara, upaya pencarian terhadap korban masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: