Air Rami, Bantal dan Pasar Sebelah Diusulkan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih 2027
Kepala dinas perikanan Mukomuko, Rahmad Hidayat, SPi, MSi-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Mukomuko menyiapkan tiga wilayah pesisir, yakni Air Rami, Bantal dan Pasar Sebelah, untuk diusulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih pada 2027.
Usulan ini bakal disampaikan untuk mendorong pembenahan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat nelayan secara terukur.
Kepala Dinas Perikanan Mukomuko, Rahmad Hidayat, SPi, MSi menyampaikan, saat ini pemerintah daerah masih fokus pada tahap persiapan lokasi sebelum pengajuan resmi dilakukan ke pemerintah pusat.
Persiapan itu mencakup penataan kawasan, kesiapan lahan, hingga dukungan administrasi yang menjadi syarat utama program tersebut.
BACA JUGA:Pantai Indah dan Ipuh Masuk Program Nasional, Infrastruktur Nelayan Segera Dibangun
"Jika usulan disetujui, tiga kawasan itu akan mendapatkan sejumlah fasilitas penting yang selama ini belum tersedia secara memadai. Di antaranya pembangunan tempat pelelangan ikan (TPI), gudang penyimpanan hasil tangkap, hingga kawasan kuliner berbasis hasil laut," katanya.
Menurut Rahmad, keberadaan TPI menjadi kebutuhan mendesak bagi nelayan. Selama ini, aktivitas jual beli hasil tangkapan masih dilakukan secara terbatas dan belum terorganisir dengan baik.
Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap harga jual ikan yang kerap tidak stabil dan cenderung merugikan nelayan.
Selain itu, fasilitas gudang juga dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan. Tanpa dukungan penyimpanan yang memadai, ikan hasil tangkap nelayan rentan mengalami penurunan mutu, terutama saat produksi melimpah.
BACA JUGA:Pantai Indah dan Ipuh Masuk Program Nasional, Infrastruktur Nelayan Segera Dibangun
"Tidak hanya itu, rencana pembangunan sentra kuliner serba ikan laut juga disiapkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Kawasan ini diharapkan menjadi titik tumbuh usaha kecil, sekaligus menarik kunjungan masyarakat luar daerah," jelasnya.
Rahmad menegaskan, program Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga menyasar peningkatan kesejahteraan nelayan.
Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, rantai distribusi hasil laut bisa lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha perikanan.
Saat ini, pemda masih melakukan pemetaan dan verifikasi lapangan di tiga lokasi tersebut. Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan wilayah agar tidak terkendala saat proses pengajuan maupun pelaksanaan program nantinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: