Petani Menjerit, Jatah Pupuk Subsidi Hanya 40 Kg Per Musim Tanam

Petani Menjerit, Jatah Pupuk Subsidi Hanya 40 Kg Per Musim Tanam

Segini jatah pupuk Subsidi permusim tanam --

RADARUTARA.ID- Hampir sebagian besar Petani di Kabupaten Bengkulu Utara mengeluhkan minimnya jatah pupuk subsidi dari pemerintah.

Jika sebelumnya keluhan tersebut disampaikan oleh petani di Kelurahan Kemumu. Keluhan yang sama juga kembali disampaikan oleh petani di Desa Padang Bendar, Kecamatan Hulu Palik.

M. Tauzi menyebut jatah pupuk subsidi mulai turun drastis di tahun 2024. Jika ditahun-tahun sebelumnya jatah pupuk subsidi mencapai 6 karung atau sebanyak 300 kg untuk lahan pertaniannya seluas satu hektar yang diberikan setiap kali musim tanam, saat ini tinggal menyisakan 40 kg saja. Akibat kondisi ini, hampir sebagian besar pertanian masyarakat tidak mampu lagi dikelola dengan maksimal.

"Ada yang tetap dipaksakan dan hasilnya turun drastis. Ada juga akhirnya tidak dikelola lahannya. Sebab, dengan jatah yang hanya 40 kg per hektar tidak akan bisa mencukupi kebutuhan pupuk tanaman," keluhnya.

BACA JUGA:Panen Jengkol, Warga Serangai Meninggal Kesetrum Listrik

Selain ketersediaan pupuk subsidi sulit, proses pengambilannya juga sangat rumit.  Dimana para petani wajib datang langsung ke tempat produsen penyaluran pupuk serta memberikan KTP.

"Tidak bisa diwakilkan pengambilannya. Sebab, nanti pihak distributor akan meminta foto bukti penyalurannya. Jika gambar kita tidak sama di KTP maka tidak di perbolehkan mengambil pupuk. Sementara jatah pupuknya juga sangat sedikit," bebernya.

Ia berharap dengan situasi ini, pemerintah bisa segera bersikap. Sebab, banyak lahan pertanian masyarakat kini tidak produktif lantaran ketersediaan pupuk subsidi sangat minim.

"Kalau untuk membeli pupuk non subsidi harganya sangat mahal dan petani tidak akan mampu," tandasnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: