Berniat Liburan ke Pantai Selatan Jawa, Waspada Sengatan Ubur-Ubur, Korbannya Sudah Mencapai 15 Orang

Berniat Liburan ke Pantai Selatan Jawa, Waspada Sengatan Ubur-Ubur, Korbannya Sudah Mencapai 15 Orang

Berniat Liburan Ke Pantai Selatan Jawa, Waspada Sengatan Ubur-Ubur, Korbannya Sudah Mencapai 15 Orang.--

RADARUTARA.ID- Berlibur di pantai memanglah suatu hal yang menyenangkan, dengan keindahan pantai dan jernihnya air. Serta indahnya butiran pasir di tengah pantai akan membawa suasana senang dan santai.

Kebanyakan orang akan menghabiskan waktunya di pantai untuk berlibur bersama keluarga pada saat waktu libur tiba. Terutama ketika libur sekolah, sebab di waktu-waktu tersebutlah kita dapat meluangkan waktu bersama dengan keluarga. 

Namun perlu diingat pula kita tetap harus meningkatkan waspada, baik yang datang dari alam ataupun hewan yang ada di sekitar kita.

Salah satunya yaitu hewan ubur-ubur, hewan jenis ini merupakan hewan yang beracun dan mematikan. Seperti halnya yang terjadi di kawasan Pantai Selatan Bantul, sudah tercatat sebanyak 15 orang menjadi korban dari sengatan ubur-ubur ini. 

BACA JUGA:Skincare Viral Ini Resmi Dinyatakan Ilegal Oleh BPOM, Pejuang Glowing Waspada Kanker Kulit

BACA JUGA:Bukan dari Primbon Jawa, Ini Arti Mata Kedutan Secara Medis dari Dokter 

Ubur ubur jenis bluebottle merupakan jenis ubur-ubur yang mematikan, apabila terkena sengatannya akan menimbulkan efek mati rasa, panas, luka, bentol bentol, mual, linu pada sendi, dan sesak nafas.

Muhammad Arief Nugraha, selaku kordinator SAR Satlinmas Wilayah III Bantul, menyebut sejak libur idul adha, dari rentang hari kamis hingga Sabtu. Terdapat setidaknya 15 orang korban terkena sengatan ubur-ubur beracun.

Kebanyakan dari korban merupakan anak-anak, sebab kehadiran ubur-ubur yang tersapu oleh ombak ke pinggir pantai akan menarik perhatia mereka. Untuk menyentuh dan bermain, hingga tanpa sengaja membuat mereka terdengat.

Ubur ubur akan bermigrasi ke daerah pesisir pantai pada awal bulan Juli hingga Agustus, sebab kondisisi air laut yang dingin. Sejauh ini korban-korban tersebut masihlah dapat dirawat intensif di posko SAR dan tidak sampai dilarikan ke rumah sakit.

BACA JUGA:Banyak Digunakan Oleh Masyarakat, Siapa yang Tahu Jika Ternyata Obat Tradisional Juga Berbahaya Bagi Kesehatan

BACA JUGA:Tradisi Unik Suku Kalash, Boleh Kawin Lari dan Penghasil Perempuan Cantik Terbanyak di Dunia

Arif menjelaskan bahwa, pihaknya telah menyiapkan segala peralatan dan perlengkapan jikalau hal serupa masih tetap terjadi.

Dimulai dari salep, cuka, dan tabung oksigen. Semuanya telah dipersiapkan sedemikian rupa untuk mengantisipasi kejadian tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: