Air Mulai Surut, 30 KK Warga Dusun 3 Gembung Raya Masih Terisolir

Air Mulai Surut, 30 KK Warga Dusun 3 Gembung Raya Masih Terisolir

Debit air sungai gembung mulai menurun, namun warga Dusun 3 masih terisolir--

NAPAL PUTIH RU.ID - Kondisi luapan air sungai gembung, Desa Gembung Raya, Kecamatan Napal Putih pada Senin (19/9) pagi ini sudah mulai surut. Hanya saja, 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun 3 masih terisolir lantaran putusnya akses utama warga, berupa jembatan gantung penghubung Dusun 3 dan Dusun 1.

Bahkan, ada 2 unit rumah warga di Dusun 3 yang kondisinya terendam air dan mengharuskan seluruh anggota keluarga yang ada dalam rumah tersebut mengungsi ke rumah tetangganya. 

Dikonfirmasi RadarUtara.ID, Kepala Desa Gembung Raya, Suparno, mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menjangkau atau melihat langsung kondisi 30 KK warganya yang ada di Dusun 3. 

Selain disebabkan akses jembatan yang terputus akibat terjangan banjir Minggu sore kemarin. Hal tersebut juga lantaran debit air di aliran sungai gembung yang memisahkan antara Dusun 1 dan Dusun 3 yang masih tinggi.

BACA JUGA:'Goyang' Gadis dalam Mobil, Polsek Giri Mulya Tangkap Penjual Tahu Bulat

BACA JUGA:Dihentikan ESDM, PT Injatama Tetap Beroperasi

"Warga di Dusun 3 masih belum bisa keluar. Sementara menurut laporan yang kami terima. Ada 2 unit rumah milik warga di Dusun 3 yang terendam banjir," ungkapnya.

Dikatakan Kades, hari ini pihaknya masih akan fokus untuk meninjau akses jembatan gantung menuju Dusun 3 yang putus dan mengamati debit air yang berada di alir sungai. Kades berharap, kondisi cuaca bersahabat sehingga debit air sungai bisa terus menurun.

"Mudah-mudahan tidak turun hujan lagi dan debit air menurun sehingga kita bisa menjangkau warga Dusun 3," ungkapnya.

Lebih jauh Kades memastikan, putusnya akses utama warga Dusun 3 ini tidak menimbulkan korban jiwa.

"Informasinya Dinas PUPR dan BPBD Bengkulu Utara akan datang ke desa untuk menindaklanjuti kondisi ini," demikian Kades. *

Sumber: