Kejar Beasiswa ke Luar Negeri, Jangan Takut Virus Corona

Kejar Beasiswa ke Luar Negeri, Jangan Takut Virus Corona

TUBEI RU - Kepedulian pemuda di Kabupaten Lebong terhadap bahaya virus corona disikapi oleh pemuda yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pemuda Kabupaten Lebong (IPKL). Secara kongkret, Kamis (27/2) kemarin IPKL menggelar sosialisasi untuk milenial untuk hidup sehat dengan tema \"Kesiapsiagaan Menghadapi Resiko Penyebaran Virus Corona.\" Dalam kegiatan ini, salah satu mahasiswi dari Kabupaten Lebong yang menempuh pendidikan di China menegaskan agar pelajar Lebong tak takut mengejar beasiswa ke luar negeri hanya karena virus corona. Pantauan RU, sosialisasi kepemudaan yang bernilai positif bagi kesehatan masyarakat itu dikomandoi Ketua IPKL, Alexander dan digelar di Hotel Dinda Ceria, Kabupaten Lebong. Sosialisasi yang mulai sekira pukul 09.00 WIB itu dihadiri langsung, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman, S.Km, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong, dr. Ari Afriawan, Rafiska mahasiswi Hubei Univercity, China yang berasal dari Kabupaten Lebong yang juga bertindak sebagai narasumber pada sosialisasi tersebut. Ketua IPKL Lebong, Alexander dalam sambutannya menyampaikan, belakangan ini mahasiswa asal Lebong penerima beasiswa luar negeri telah pulang ke Lebong setelah menjalani observasi di Pulau Natuna. Menurutnya, tak hanya itu, Bengkulu juga pernah dihebohkan lantaran ada salah satu mahasiswa asal Lebong diisolasi lantaran dikabarkan suspect virus tersebut usai pulang dari China. \"Kita khawatir, hal seperti ini berimbas pada niat para pemuda untuk mendapatkan beasiswa keluar negeri. Tentu kegiatan kita untuk menangkal stigma itu,\" ungkapnya. Lanjut dia, pada prinsipnya beasiswa diharapkan membantu meningkatkan kualitas pendidikan para generasi penerus di daerah itu. \"Sedianya, program beasiswa dapat memotivasi generasi penerus bangsa untuk terus belajar dan menggapai cita-citanya. Dengan demikian diharapkan mereka dapat membanggakan nama Indonesia khususnya nama Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Lebong di mata dunia melalui ilmu pengetahuan,\" ungkap pria muda yang kerap disapa Alex itu, kemarin. Sementara itu, Kadis Kesehatan Lebong, Rachman, mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh sekumpulan pemuda Lebong tersebut. Menurutnya, isu ini tak hanya terjadi di Lebong namun turut juga terjadi di daerah lain. \"Kegiatan ini kita apresiasi. Walaupun di Indonesia belum ada yang positif. Tapi langkah pencegahan harus tetap kita lakukan,\" kata kadis Kesehatan, kemarin. Racmahn menambahkan, pihaknya telah membentuk tim pencegahan, meliputi Dinkes, Disnakertrans, dan Dinaspor. Itupun sebagai upaya pencegahan masuknya virus itu, sekaligus menyebarkan SE Bupati terkait virus tersebut. \"Disnakertrans fokus mengawasi Tenaga Kerja Asing (TKA). Begitu juga dengan Dinas Pariwisata melaporkan misalnya ada wisatawan melakukan kunjungan ke Lebong,\" lanjut dia. Kemudian, dia mengaku Pemkab Lebong telah melayangkan SE Bupati ke seluruh Puskesmas termasuk kecamatan dan desa, untuk sigap apabila ditemukan kasus tersebut. \"Seperti dua warga Lebong dinyatakan sebagai tersangka atas kasus tersebut langsung diobservasi. Sampai sekarang tim belum ditemukan ada warga positif menyediakan penyakit bahaya tersebut,\" tutup Rachman, kemarin. Selanjutnya, Direktur RSUD Kabupaten Lebong, dr. Ari Afriawan mengungkapkan, apabila ditemukan kasus virus corona maka akan tahapan inkubasi dalam waktu 2 minggu. \"Nanti akan dilakukan ronsen tentang penyebaran virus tersebut untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih banyak dan jika ada keluhan disarankan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kemudian dilakukan observasi ke rumah sakit Bengkulu,\" kata Ari, kemarin. Dia menjelaskan, di RSUD Lebong sendiri telah ada ruang isolasi sebagai salah satu pencegahan masuknya penyakit mematikan tersebut. \"Petugas akan memakai alat medis, akan dilakukan prosedur skrining dan dilakukan isolasi khusus dan evaluasi lebih lanjut. Sebagai salah satu bentuk pencegahan saya menyarankan agar seluruh masyarakat tetap menjalani pola hidup sehat,\" terangnya. Selanjutnya, Rafiska salah satu penerima beasiswa di Hubei Univercity, Provinsi Hubei Republik Rakyat Tiongkok mengatakan, dirinya diobservasi seketika mengunjungi Hubei pada tanggal 18 Januari lalu pasca penyebaran virus tersebut. \"Memang Kota Wuhan lockdown. Jadi setiap orang mengunjungi wilayah itu harus diobservasi setelah pulang. Setelah observasi tidak ada yang terjangkit virus corona,\" imbuhnya. Menariknya, pada kesempatan itu ia menawari sekaligus memberikan trik-trik bagi para peserta yang mayoritas diikuti para pemuda itu untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Dia mengutarakan, awal dirinya bisa mendapatkan beasiswa ke China dipersiapkan sejak sekolah. Terutama tiap nilai raport harus naik dan nilai di perguruan tinggi juga menjanjikan. Disarankannya untuk pemburu beasiswa untuk tidak takut, karena tidak menguasai bahasa asing. Sebab, belajar menguasai bahasa asing itu hanya dibutuhkan beberapa bulan. \"Caranya gampang, tinggal kemauan. Pada prinsipnya, saya siap mendampingi apabila teman-teman ingin mencoba beasiswa ke luar negeri,\" demikian Rafiska. (cw1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: