Tuai Simpati, Masyarakat Juga Harus Berperan Tekan KDRT

Tuai Simpati, Masyarakat Juga Harus Berperan Tekan KDRT

Kasus Pembunuhan Bayi BENGKULU RU - Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang berujung kematian terhadap bayi berusia 3 bulan oleh ayah kandungnya sendiri di desa Meok Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, rupanya menyita perhatian banyak pihak. Tidak sedikit pihak bersimpati terhadap bayi malang itu, dan meyakini kejadian tersebut bisa dihindari jika masyarakat terutama yang berada di sekitar kejadian turut berperan dalam mencegah. \"Kita turut berduka atas meninggalnya bayi malang yang diduga akibat siksaan ayah kandungnya sendiri, dan saat ini tengah menjalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang telah dilakukannya. Meskipun demikian kejadian ini harus kita jadikan pelajaran bersama,\" ungkap anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Raharjo Sudiro, S.Sos, Selasa (28/8). Menurutnya, peristiwa itu tidak lepas dari salah satu bentuk KDRT. Tentu saja dalam pencegahan KDRT ini masyarakat harus turut berperan aktif. \"Seperti yang dialami bayi malang itu, saya rasa bisa saja dihindari jika masyarakat di sekitar yang mengetahui langsung bersikap. Tentunya yang namanya KDRT itu tidak bisa kita diamkan, terlebih terjadi di sekitar kita,\" ujar Jojo. Namun, lanjut Jojo, apa yang sudah terjadi dijadikan pelajaran, sehingga kedepannya hal serupa tidak lagi terjadi. Sebaliknya pelaku yang merupakan ayah kandung dari bayi malang itu, sengaja ataupun tidak harus diproses sesuai aturan yang berlaku. \"Supaya bisa menjadi acuan bagi masyarakat lain, disaat melakukan tindak KDRT,\" tegas Ketua Fraksi Golkar DPRD Provinsi ini. Lebih jauh dikatakannya, disamping itu pihaknya berharap Pemerintah baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota juga harus maksimal dalam menekan KDRT di Provinsi Bengkulu. \"Sejauh ini KDRT baik itu bentuk fisik ataupun asusila di Provinsi kita masih kerap terjadi. Tentu saja harus disikapi secara konkrit, agar bisa diminimalisir,\" demikian Jojo. (tux)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: